DetikSepakbola
Kamis 06 Juli 2017, 11:23 WIB

Tepis Rumor, Ketum PSSI Jelaskan Alasan Berubahnya Regulasi Liga 1

Mercy Raya - detikSport
Tepis Rumor, Ketum PSSI Jelaskan Alasan Berubahnya Regulasi Liga 1 Foto: Amalia Dwi Septi
Jakarta - Berhembus rumor adanya "permainan" tertentu di balik perubahan regulasi Liga 1. Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi menepis hal tersebut.

Regulasi di Liga 1 mengalami beberapa perubahan. Salah satu yang menuai pro-kontra adalah penangguhan aturan terkait kewajiban memainkan pemain U-23 selama satu babak.

Regulasi ini untuk sementara ditangguhkan pada kurun waktu 3 Juli-30 Agustus, berkaitan dengan agenda tim nasional Indonesia U-23 dalam menghadapi Kualifikasi Piala Asia U-23 dan ajang SEA GAmes 2017.

Agar tak merugikan klub yang banyak penggawanya dipanggil timnas, PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator kompetisi pun melakukan perubahan aturan tersebut.

Selain itu, ada pula perubahan lain seperti direvisinya jumlah pergantian pemain, dari lima menjadi tiga, dan jumlah pemain cadangan yang berkurang hingga menjadi tujuh orang saja di bench.

Perubahan itu, tegas Edy, diputuskan dengan alasan dan pertimbangan matang. Bukan karena adanya "permainan" dengan pihak tertentu konon jadi diuntungkan dengan perubahan regulasi.

"Ada kegiatan-kegiatan yang perlu prioritas," kata Edy di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/7/2017).

"Contoh pada Liga 1, tahap awal itu kami lakukan regulasi. Pemain U-23 wajib main lima main di lapangan, dengan pergantian permain itu juga lima. Tiga di lapangan, dua di bench. Ini dalam rangka apa, ini terjawab oleh Luis Milla, pemain-pemain yang diambil oleh Luis adalah hasil dari kompetensi atau penyaringan, lewat kompetisi liga 1, saya terimakasih kepada klub-klub liga 1 sehingga ketemu pemain-pemain ini.

"Dan, pemain ini U-23 ini perlu jam terbang. Jam terbang di mana? Ya di liga itu. Setelah ini selesai di putaran kedua, pemain kan sudah diketemukan sehingga regulasi kami kembalikan normal seperti semua. Jadi bukan karena ada apa-apa," tegasnya.

Edy pun menambahkan, regulasi tersebut terkait U-23 di kompetisi liga nantinya bisa saja diberlakukan lagi jika memang diperlukan dan demi kepentingan pembinaan.

"Begini, kita (Indonesia) itu pemain sepakbolanya hanya ada 76 ribu dari 250 juta orang, sedikit sekali. Jangan jauh-jauh Singapura warganya 4,2 juta, tapi mereka punya punya pemain 920 ribu. Makanya kami perlu memfasilitasi ini walaupun menyalahi statuta, tapi kami izin ke FIFA dan memberikan alasannya, FIFA pun mengizinkan. Sehingga kemarin di putaran 1 kami dizinkan untuk melakukan regulasi yang berjalan kemarin," beber Edy.



(mcy/krs)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed