Piala Indonesia 2005
Drawing Tanpa Kepastian Jadwal
Kamis, 05 Mei 2005 18:50 WIB
Jakarta - Turnamen Piala Indonesia 2005 yang merupakan ajang pertarungan antar klub di semua divisi sepakbola Indonesia hingga kini masih terbentur dengan kepastian jadwal. Dalam acara peluncuran turnamen bertajuk Copa Dji Sam Soe Indonesia 2005 itu diketahui event ini akan berjalan pada 14 Mei mendatang dan berakhir pada awal Oktober. Sayangnya meski sudah diusahakan untuk disesuaikan dengan jadwal divisi utama maupun faktor eksternal, tanggal pertandingan hingga drawing (undian) dilakukan tidak tercantum. Dijelaskan oleh bidang kompetisi PSSI Djoko Driyono, untuk jadwal nanti akan dilakukan seakurat mungkin sehingga tidak terbentur dengan jadwal lain seperti divisi utama yang diperkirakan seleseai bulan Agustus ataupun event Liga Champions Asia. "Jadwal sudah disinkronisasi dengan liga divisi utama, Champion Asia kita usahakan yang terbaik. Namun semua itu tidak terlepas dari faktor eksternal seperti yang baru lewat dengan adanya Konferensi Asia Afrika. Meski hanya digelar di satu kota, satu pertandingan tidak bisan dilakukan maka berimbas ke pertandingan lainnya," jelas Djoko di depan para wartawan di Hotel Intercontinental, Jakarta, Kamis (5/5/2005).Menanggapi hal itu, salah satu pihak klub H.Santo yang menjabat sebagai Ketua Harian Persebaya tidak mempermasalahkannya. Baginya yang terpenting Piala Indonesia akhirnya terwujud. Apalagi keinginan adanya pertandingan yang melibatkan semua divisi sudah lama diinginkan klub-klub. "Sejak zaman pak Azwar Anas hingga pak Agum Gumelar, Piala Indonesia tidak bisa terealisasi. Namun dengan kondisi PSSI seperti ini justru bisa terwujud.""Soal jadwal pasti ada yang berbenturan, tetapi itu bisa dipahami. Makanya nanti menyiasati hal itu manajemen Persebaya minta pelatih untuk jeli merotasi pemain," jelas H.Santo.Piala Indonesia 2005 yang dimulai pada 14 Mei nanti melibatkan 72 klub, terdiri dari 28 divisi utama, 27 divisi satu dan 7 divisi dua. Putaran pertama dibagi menjadi 8 wilayah guna mencegah terjadinya banyaknya pertemuan klub di babak utama yang kemungkinan didominasi Pulau Jawa. Turnamen dengan sistem gugur dan pola home and away hingga di babak utama menyisakan 16 klub terbaik. Juara pertama di Piala Indonesia akan menerimab hadiah Rp 1 miliar, piala tetap dan bergilir. Sedangkan runner up memperoleh Rp 500 juta dan untuk top skorer memperoleh sepatu emas dan sebuah mobil. Tak ketinggalan semua peserta di babak pertama mendapatkan match fee. (erk/)











































