Persiba memang mengawali musim Liga 1 2017 dengan kondisi tak ideal mengingat mereka harus bermain jauh dari Balikpapan dan berkandang di Stadion Gajayana, Malang. Pasalnya Stadion Batakan yang direncanakan jadi kandang mereka belum selesai dibangun.
Bermain jauh dari suporternya sendiri merugikan Persiba karena mereka tampil buruk sejauh ini. Mereka masih terpuruk di posisi ke-17 dengan 10 poin selepas 18 laga yang mengakibatkan terjadinya pergantian pelatih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, laga kontra Perseru bakal jadi laga kandang terakhir Persiba di Parikesit. Sebab pihak Pertamina selaku pemilik sudah meminta Persiba angkat kaki paling lambat 10 Agustus kemarin.
Sebab Pertamina tak bisa menunda lagi proses pembongkaran stadion untuk perluasan kilang minyak di Balikpapan. Apalagi awalnya Persiba hanya diberi tenggat waktu hingga 30 Juli lalu sebelum akhirnya diperpanjang.
"Kami yakin pengurus Persiba sudah mengantisipasi hal ini, karena di surat perjanjian yang ditandatangani kedua pihak, sudah dinyatakan bahwa sewaktu-waktu Pertamina akan menggunakan atau membongkar Stadion Parikesit, Persiba akan segera meninggalkan lapangan tersebut." ujar Area Manager Communication and Relations Pertamina Kalimantan, Alicia Irzanova, dalam rilis kepada detikSport, Jumat (11/8/2017).
"Dalam surat-surat permohonan peminjaman, Persiba selalu menyebutkan pihaknya memahami bahwa pengembangan kilang adalah proyek strategis nasional yang menyangkut pemenuhan kebutuhan energi nasional," sambungnya.
Stadion Parikesit sebenarnya sudah tak layak untuk menggelar pertandingan. Beberapa waktu lalu, Kepala Operasional PT LIB Tigor Shalomboboy mengaku sudah menerima protes dari beberapa tim yang bertandang ke sana terkait kualitas stadion itu.
(mrp/fem)











































