Indonesia harus puas bermain imbang dengan skor 0-0, ketika menjamu Fiji dalam partai uji coba internasional di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Sabtu (2/9/2017) sore WIB.
Indonesia menguasai 60 persen ball possesion. Namun, gol urung tercipta. Padahal Indonesia memiliki enam peluang bersih untuk bikin gol, sedangkan Fiji hanya punya kesempatan dua kali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sementara untuk kurangnya adalah kecepatan bola. Pada pertandingan tadi bola mengalirnya kurang cepat dan kombinasi satu sama lain juga masih kurang. Tapi kita ketahui Fiji juga banyak kelemahan di belakang mereka, tapi kami tidak memanfaatkan itu. Kenapa? karena sedikit waktu berlatih sehingga kami tidak bisa memberikan informasi yang banyak kepada para pemain," kata pelatih asal Spanyol itu.
Terkait ketidakmampuan bikin gol, Milla berdalih soal masa latihan yang minim bersama timnya jadi penyebab sehingga dia sulit memberikan informasi kepada Boaz Salossa dkk.
"Seperti yang saya bilang di awal harus ada perbaikan dan buat para pemain ini adalah hal baru. Mereka harus beradaptasi pada ide yang baru dan dalam dua hari sulit memberi informasi kepada anak-anak, tetapi saya percaya karena pada dasarnya mereka punya attitude yang bagus," kata Milla.
Terakhir, Milla juga menanggapi Fiji yang hanya punya satu pemain profesional di laga itu.
"Mereka (Fiji) juga punya strategi yang bagus, fisik yang bagus, postur yang bagus. Tapi sekali lagi waktu latihan yang kurang akhirnya kualitas permainan tidak menunjukkan sesuatu yang bagus juga di lapangan. Ke depan saya harap tim bisa lebih baik lagi," tutupnya.
(mcy/mrp)











































