(mel/)
Liga Indonesia
Pemukulan Terhadap Wasit Terjadi di Pekanbaru
- detikSepakbola
Pekanbaru - Suporter sepakbola kembali membuat ulah yang mencoreng muka persepakbolaan nasional. Gara-gara merasa dirugikan oleh keputusan wasit, suporter PSPS Pekanbaru memukuli wasit.Pemukulan terhadap wasit Aswandi terjadi seusai partai antara tuan rumah PSPS melawan Persita Tangerang di Stadion Rumbai, Sabtu (21/5/2005), yang berakhir dengan skor 2-2. Aswandi menerima dua kali pemukulan ketika akan keluar dari stadion. Yang pertama saat menuju ruang kesehatan, Aswandi mendapatkan bogem mentah dari penonton yang menerobos penjagaan polisi. Setelah mendapatkan pukulan yang pertama, oleh petugas Aswandi kemudian dibawa kembali ke tengah lapangan. Tampaknya petugas berniat melindungi Aswandi dari lemparan botol air mineral yang menghujani lorong menuju kamar ganti.Namun niat petugas berujung fatal. Di lapangan, Aswandi justru dikeroyok tiga penonton. Ironisnya aparat kemanan sama sekali tidak mencoba melerai penonton. Aparat keamanan baru bereaksi ketika seorang penonton memukul tengkuk Aswandi dan membuat wasit tersebut tersungkur ke tanah. Setelah pukulan yang terakhir itu, wasit beserta hakim garis Rorim Situmeang dan Tardanis akhirnya dijaga ketat hingga berhasil dibawa keluar dengan pengawalan Kodim Pekanbaru dan diangkut dengan mobil Opel Blazer milik TNI. Tanda-tanda kemarahan sekitar 3000 suporter yang memadati Rumbai sesungguhnya sudah terlihat sejak babak kedua. Aswandi dinilai berat sebelah karena kerap memberikan tendangan bebas, yang akhirnya membuahkan dua gol penyama kedudukan Persita. PSPS unggul dua gol terlebih dahulu lewat Hernan ortiz dan Mahadi. Menit ke-53, wasit memberika penalti atas handsball salah satu pemain Persita. Empat menit berselang, PSPS menggandakan keunggulan setelah Mahadi mencetak gol memanfaatkan umpan Rochi Putiray. Namun 35 menit menjelang akhir pertandingan, Persita bisa mengejar ketinggalan dua gol. Menit ke-65, Persita memperkecil kedudukan lewat sundulan Franchita, yang memanfaatkan tendangan bebas pemain pengganti Robby Gaspar. Menit ke-83, Persita mampu menyamakan kedudukan lewat Epala Jordan. Uniknya, proses terjadinya gol sama persis dengan gol pertama. Epala menyelesaikan tendangan bebas Robby, juga lewat sundulan kepala. Namun kesamaan gol tersebut justru menjadi pangkal kemarahan para suporter tuan rumah yang berujung kepada pemukulan terhadap wasit.
(mel/)
(mel/)










































