sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Rabu, 15 Nov 2017 15:42 WIB

Jelang Tribute Match, Timnas All Star Ziarah ke Makam Choirul Huda

Eko Sudjarwo - detikSport
Para pemain dan mantan pemain berziarah ke makam Choirul Huda. (Eko Sudjarwo/detikSport) Para pemain dan mantan pemain berziarah ke makam Choirul Huda. (Eko Sudjarwo/detikSport)
Lamongan -
Pemain dan mantan pemain yang tergabung Timnas All Star, tak hanya bakal menjalani Tribute Match Choirul Huda melawan Persela Lamongan. Kurniawan Dwi Yulianto dkk. sekaligus berziarah ke makam kiper Persela itu.

Tribute Match Choirul Huda itu dihelat di Stadion Surajaya, Lamongan, Rabu (15/11/2017) pukul 19.00 WIB. Laga ekshibisi itu mempertemukan Timnas All Star, yang dikomandoi Jacksen F. Tiago, dengan Persela, yang didampingi Aji Santoso.

Sebelum pertandingan itu dihelat, para sebanyak 20 pemain, yang tergabung dalam Timnas All Star, terlebih dahulu ziarah ke makam Huda yang berada di Makam Islam Pagerwojo, di Jalan Mastrip, Kota Lamongan. Rombongan dipimpin oleh Ponaryo Astaman didampingi Manager Persela, Yunan Achmadi. Mereka menuju makam dengan bus tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu.

Setibanya di depan batu nisan Choirul Huda, mereka lantas melakukan doa bersama.

Sebelum bertanding, mereka berziarah ke makam Choirul Huda, Rabu (15/11/2017). Sebelum bertanding, mereka berziarah ke makam Choirul Huda, Rabu (15/11/2017). (Eko Sudjarwo/detikSport)


"Pastinya teman,-teman yang tergabung di Timnas All Star mewakili seluruh pesepakbola yang ada di Indonesia. Kami melakukan ziarah ini sebagai bentuk penghormatan terakhir kita kepada almarhum, dan mendoakan semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisinya, diampuni segala dosanya, diterima amal ibadahnya," ujar Ponaryo seusai ziarah.
Menurut Ponaryo, sosok Choirul Huda merupakan contoh nyata seorang pemain yang loyal terhadap sebuah klub. Tercatat, almarhum, hanya membela Persela selama 18 tahun. Mereka mencatatkan 503 penampilan dalam sejarah sepak bola Indonesia.

"Almarhum bisa dijadikan teladan, buat pemain-pemain sepakbola Indonesia, loyalitas dia terhadap satu klubnya layak dihargai," Ponaryo menjelaskan.

"Dan juga bukan hanya sekedar loyal, dia juga menunjukkan prestasi, artinya selama di persela dia ttp menjadi pilihan utama siapapun pelatihnya, itu benar-benar butuh kerja keras selama membela Persela," katanya.
Choirul Huda menutup usia pada Minggu (15/10/2017). Dia mengembuskan napas terakhirnya pada usia 38 tahun dengan meninggalkan istri dan dua anak.


(fem/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com