DetikSepakbola
Kamis 07 Desember 2017, 22:29 WIB

Klub Liga 1 Tak Puas dengan Kinerja Operator LIB

Amalia Dwi Septi - detikSport
Klub Liga 1 Tak Puas dengan Kinerja Operator LIB Foto: Amalia Dwi Septi/detikSport
Jakarta - Liga 1 telah selesai bergulir. Namun banyak klub-klub yang merasa tidak puas dengan penyelenggaraan kompetisi terutama oleh operator, PT Liga Indonesia Baru.

Hal itu diungkapkan oleh oleh Manajer Bhayangkara FC, AKBP Sumardji di acara diskusi yang digelar oleh Save Our Soccer bertajuk 'Refleksi Semusim Sepakbola Indonesia' di Jakarta, Kamis (7/12/2017). Dalam kesempatan itu, pelatih Borneo FC, Iwan Setiawan juga turut hadir.

Sumardji menilai kinerja operator kurang bagus. Mereka kebanyakan tidak komitmen dengan janji yang sudah disepakati sejak awal. Salah satunya soal uang subsidi yang hingga saat ini belum sepenuhnya cair.

"Semua klub sama, kami dipaksa bermain baik. Klub dan pemain juga harus berkualitas. Operator terus menekan kami. Sedangkan kontribusi mereka tidak jelas. Justru mereka seperti membuat klub terus mengeluarkan dana," ujar Sumardji.

"Sampai detik ini saja yang selalu dibicarakan rangking dan rating. Tapi subsidi saja tidak jelas ada atau tidak. Padahal kalau duit tidak lancar, banyak klub yang tidak bisa bayar gaji pemain," katanya.

"Operator ini kalau sudah yakin jadi operator, jadilah operator yang profesional. Komitmen dengan apa yang disampaikan sejak awal. Karena ini berdampak sekali pada klub. Karena ada beberapa klub yang tidak mampu finansial," katanya menambahkan.

Pelatih Iwan Setiawan juga menilai kinerja operator masih belum profesional. Ada beberapa peraturan dan jadwal yang dianggap gampang berubah-ubah.

"Bagi pelatih masalah paling besar adalah jadwal kompetisi. Bayangkan saja semingggu sebelum kickoff misalnya, masih belum tahu jadwal kompetisi. Padahal itu sangat penting untuk pelatih. Tahun ini terulang lagi, masalah jadwal yang berubah-ubah dan regulasi," ungkap Iwan.

Pada acara diskusi tersebut, Akmal Marhali sebagai koordinator SOS pun sempat membongkar kasus-kasus di Liga 1. Salah satunya soal pemain asing yang ternyata tak mengantongi KITAS, dan ITC (Internasional Transfer Certificate).
(ads/rin)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed