Piala Presiden 2018 akan berlangsung pada 16 Januari-17 Februari mendatang, dengan diikuti 20 klub. Rinciannya adalah 15 klub dari Liga 1, tiga tim yang promosi dari Liga 2, dan tim peringkat 4 dan 5 Liga 2 2017.
Ada lima klub yang dipertanyakan legalitasnya oleh BOPI, yakni Persebaya, PSMS Medan, PSIS Semarang, Martapura FC, dan PSPS Pekan Baru. Jumat (12/1/2018) kemarin BOPI pun menyatakan tak mengeluarkan rekomendasi penyelenggaraan Piala Presiden 2018.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya tidak masalah kalau memang dipertanyakan, tapi kan yang kami pertanyakan itu legalitas yang apa, yang mana? Nah itu harus jelas. Kami pada dasarnya tidak ada yang menutup-nutupi dan legalitas bentuk apa yang dipertanyakan," katanya kepada detikSport di sela-sela Kongres Tahunan PSSI di ICE BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (13/1).
"Ya nggak apa-apa sih, boleh aja. Siapa pun boleh saja bertanya kan? Pada dasarnya tidak ada yang kami langgar karena kami mendukung regulasi seperti apa yang dibuat. Kalau memang seperti itu, dia (BOPI) bersurat ke PSSI dan kami dipanggil ya tidak masalah. Soalnya sampai kemarin kami masih ikut manager meeting dan sebagainya tidak ada masalah."
"Kami juga bingung kalau masih disebut bermasalah. Kami sampai hari ini masih memenuhi kewajiban, bahkan ketika di Liga 2 kemarin mungkin kami satu-satunya klub yang rajin melampirkan semua hal yang diminta, termasuk gaji. Saya yakin kalau buka-bukaan mungkin klub lain nggak ada," tuturnya.
(yna/krs)











































