DetikSepakbola
Senin 12 Februari 2018, 15:29 WIB

Wawancara detikSport dengan Andik Vermansah

Amalia Dwi Septi - detikSport
Wawancara detikSport dengan Andik Vermansah Foto: Rachman Haryanto/detikcom
Jakarta - Kepada detikSport, Andik Vermansah curhat mengenai keputusannya membela Kedah FA setelah gagal balik ke Persebaya Surabaya dan sempat dikaitkan dengan Persib Bandung.

Saat ini pesepakbola berusia 26 tahun tersebut sudah menjalani debutnya bersama Kedah FA, klub Malaysia kedua dalam kariernya setelah sebelum ini membela Selangor FA.

Keputusan Andik bergabung dengan Kedah FA itu sendiri melewati proses yang cukup berliku, berkaitan dengan kandasnya keinginan dia main lagi di Persebaya dan kemudian munculnya minat dari Persib.

Wawancara detikSport dengan Andik VermansahFoto: Instagram @kedah_fa

Berikut wawancara detikSport dengan Andik:

Andik, bagaimana perasaanya akhirnya bisa bergabung dengan Kedah FA?

Alhamdulillah saya sangat senang dan lega. Tuhan mengabulkan doa saya karena saya harus melewati banyak hal dalam hidup saya.

Boleh diceritakan, Andik?

Jadi sebenarnya saya sempat diminta untuk bertahan di Selangor. Pelatih juga sudah berbicara sama saya kalau saya ingin dipertahankan.

Tetapi saya ingin sekali kembali ke Persebaya Surabaya musim depan. Akhirnya saya memilih pergi tapi semua dengan cara baik-baik. Saya memiliki hasrat untuk bisa pulang ke Persebaya, karena jiwa saya sepenuhnya di sana.

Saya sempat mendapatkan banyak tawaran dari klub-klub Malaysia. Tapi semua saya tolak karena saya ingin kembali ke Persebaya klub yang sangat saya cintai.

Sampai akhirnya saya pulang ke Surabaya. Saya berharap manajemen Persebaya menghubungi saya untuk negosiasi. Tapi saya membaca di media kalau Andik tidak masuk dalam skema, seketika itu saya sedih, lemas campur-campur perasaan saya.

Lalu, bagaimana akhirnya Andik bisa mendapatkan tawaran dari Persebaya tanpa melalui manajer/agen Andik?

Pada awal 2018 saya akhirnya mulai berkomunikasi dengan mas Azrul Ananda (Presiden Persebaya). Tetapi terkadang dibalasnya lama.

Singkat cerita, akhirnya saya diminta melakukan pertemuan di Jakarta saat bergabung dengan timnas melawan Islandia. Tapi mas Azrul tidak bisa datang karena lagi di Singapura dan pertemuan itu batal.

Manajer Persebaya Chairul Basalamah akhirnya yang berencana menemui saya di Jakarta. Dia habis ikut Kongres PSSI. Tetapi sebelum bertemu, saya mengajukan nilai kontrak biar dipelajari dulu. Tetapi tidak ada pembicaraan soal itu.

Menurut saya itu wajar dan normal, istilahnya kalau mau membeli mobil tawar menawar dulu agar nanti ketika bertemu sudah enak. Tetapi tidak ada tanggapan. Sampai akhirnya saya mencoba menghubungi ke Mas Azrul. Tetapi tidak ada respons.

Nah, kenapa saya tidak lewat agen (Muly Munial) karena waktu itu manajemen yang komunikasi langsung, tapi tidak ada kemajuan. Sementara bonek sudah ramai, akhirnya saya sendiri yang memutuskan berhubungan langsung (tanpa agen).

Kabarnya Andik meminta nilai kontrak Rp 3,5 miliar ke Persebaya sampai dituduh mata duitan?

Itu yang saya mau klarifikasi. Saya tegaskan bahwa itu tidak benar. Saya sampai dibilang mata duitan, saya sangat kecewa, sedih, hati saya hancur.

Kalau saya mata duitan, dulu saat Persebaya bubar saya mendapatkan tawaran dari Persija Jakarta dengan nilai Rp 750 juta untuk setengah musim saja karena ketika itu liga sudah berjalan.

Tetapi saya berpikir lagi, bagaimana perasaan bonek kalau saya gabung ke Persija dan banyak hal yang menjadi pertimbangan saya. Akhirnya saya tolak dan bicara baik-baik dengan Persija.

Soal surat terbuka Persebaya yang dituliskan Azrul Ananda bagaimana?

Hati saya hancur, tidak menyangka akan seperti itu. Mungkin hanya miss komunikasi tapi saya kaget sampai dipublikasikan lewat surat seperti itu. Saya tidak bisa berkata apa-apa saat itu.

Sampai akhirnya Andik mendapatkan tawaran dari Persib bagaimana?

Di sini saya percaya Allah selalu punya rencana yang terbaik untuk hambanya. Allah menjawab doa saya. Setelah saya batal bergabung ke Persebaya, saya mendapatkan tawaran dari Kedah FA dan Persib.

Saya komunikasi langsung dengan Pak Tedy (Tjahjono, direktur PT PBB). Saya hanya komunikasi dengan beliau dan sudah deal. Bahkan saya sudah ingin bertemu langsung di Bandung.

Tapi pada Rabu tengah malam kemarin, Kedah FA menghubungi saya lagi dan sepakat. Saya pun diminta ke Malaysia. Saat itu juga saya ceritakan dan minta maaf ke Pak Tedy dan beliau mengerti perasaan saya.

Tapi sekali lagi saya tidak pernah bermaksud menomorduakan Persib. Saya katakan, saya akan bermain di Indonesia hanya untuk Persebaya, tapi klub lokal lainnya adalah Persib.

Beliau sadar saya ingin seperti Steven Gerrard di Liverpool atau Francesco Totti bersama AS Roma. Ya, itulah keinginan saya dengan Persebaya. Saya hanya ingin membela tim Indonesia yaitu Persebaya.

Wawancara detikSport dengan Andik VermansahFoto: istimewa

Saat tandatangan kontrak dengan Kedah FA, Andik memakai baju Persebaya? Artinya apa?

Saya memang sengaja karena saya cinta Persebaya, karena saya bonek. Sebelum saya ke Kedah FA dan komunikasi dengan Persib, saya dapat tawaran dari klub lain yang siap membayar saya lebih mahal. Tapi saya tolak karena saya cinta Persebaya. Saya bergabung ke Kedah FA karena saya cinta Persebaya. Saya lebih baik main di luar negeri karena saya hanya cinta Persebaya.

Di Kedah FA, Andik pilih nomor 30. Alasannya kenapa?

Karena itu nomor yang punya arti dalam hidup saya. Waktu di PON 2008, saya pakai nomor punggung itu di awal karier saya.

Oke Andik, selamat ya. Semoga sukses bersama Kedah FA.


(ads/krs)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed