Jelang Final Piala Presiden, Kapolri: The Jakmania Harus Berkaca kepada Bobotoh

Jelang Final Piala Presiden, Kapolri: The Jakmania Harus Berkaca kepada Bobotoh

Amalia Dwi Septi - Sepakbola
Kamis, 15 Feb 2018 22:59 WIB
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Sekitar 50 ribuan The Jakmania diperkirakan hadir menyaksikan final Piala Presiden 2018. Suporter Persija Jakarta ini diharapkan siap menerima hasil apapun.

Pertandingan final Piala Presiden 2018 akan mempertemukan Persija melawan Bali United di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu (17/2/2018). Untuk laga ini, The Jakmania sudah meminta jatah sekitar 50 ribu tiket.


Kapolri Jenderal Tito Karnavian berharap pertandingan tersebut berjalan aman dan lancar. Bermain di Gelora Bung Karno yang baru direnovasi dan dipersiapkan untuk Asian Games, The Jakmania diimbau agar tak terprovokasi, sekalipun tim kesayangannya kalah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Teman-teman The Jakmania, bisa berkaca kepada Bobotoh, kalah di kandang tidak marah-marah. Kalau kalah, jangan marah-marah," ujar Tito di Jakarta, Kamis (15/2/2018).

Persib Bandung tersingkir di fase grup Piala Presiden lalu. Pada laga terakhir melawan PSM Makassar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Persib kalah 0-1. Namun Tito menilai pertandingan itu berjalan aman terutama dari bobotoh.


"Untuk itu, kami akan lokalisasi zona untuk empat pendukung, kami blokir agar tidak tergabung. Jadi masing-masing suporter akan diatur. Perlu banyak komunikasi dengan Jakmania. Yang lain-lain wasit netral, pemain jangan terprovokasi. Boleh gembira tapi jangan memancing suporter," imbuh Tito.

"Teman di lapangan jangan mancing-mancing dan terbawa arus. Boleh gembira, tapi jangan memancing suporter lain, karena itu menyangkut psikologis massa, kalau massa maka psikologi akan hilang. Lempar, ikut lempar. Teman-teman diharapkan menjaga itu," tambahnya.

Pria asal Palembang itu juga menegaskan akan menjaga ketat masing-masing suporter, agar flare, petasan, dan benda-benda berbahaya tidak masuk dalam stadion. Dia juga meminta kepada masing-masing suporter untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

"Kami akan ada pemeriksaan ketat. Sasarannya flare, botol, smoke bomb, dan lainnya tidak diperbolehkan masuk," dia menambahkan. (ads/raw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads