Kemenangan Persija di Piala Presiden 2018 tercoreng dengan ulah oknum Jakmania yang melakukan pengrusakan pada beberapa titik di Stadion GBK yang menjadi lokasi partai final di akhir pekan.
Pihak Pusat Pengelolaan Kompleks (PPK) GBK sudah merinci kerugian akibat kerusakan tersebut, yaitu sekitar Rp 150 juta. Panitia Penyelenggara Piala Presiden 2018 juga sudah menegaskan bakal bertanggung jawab sepenuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Gede, pengrusakan itu salah satunya terjadi karena euforia suporter Persija yang sedemikian besar untuk menyaksikan langsung tim idolanya bermain walaupun tak punya tiket resmi. Itu mengapa ia kini menegaskan tekad Persija untuk kian serius mengedukasi suporternya.
"Jadi kami wajib untuk melakukan edukasi kepada suporter agar aset tersebut tetap dijaga. Teman-teman The Jakmania harus mencoba untuk mengedukasi diri agar tidak terjadi lagi kerusakan," ucapnya.
Sehubungan dengan proses edukasi tersebut, Gede pun mengimbau seluruh suporter Persija mendaftarkan diri secara resmi menjadi anggota The Jakmania. Apalagi ini juga akan memudahkan suporter sendiri, terkait dengan distribusi tiket laga-laga Persija.
Baca juga: Potret 'Babak Belur' GBK Hari Ini |
"Saya tidak bicara kalau kemarin bukan The Jakmania. Saya harap supaya identifikasinya itu gampang, masyarakat/suporter yang ingin menonton Persija sebaiknya mempunyai identifikasi diri berupa kartu The Jakmania," katanya.
"Kenapa? Supaya jelas, mudah untuk membeli tiketnya. Kalau mereka anggota The Jakmania tidak perlu mereka antre di loket, cukup mereka mendaftar di korwil dan mendapatkan tiket di korwil."
"Jadi tidak perlu antrian. Jadi saya menghimbau kepada masyarakat Jakarta yang ingin melihat pertandingan Persija segera untuk mengajukan diri menjadi anggota The Jakmania dan memperoleh kartu agar mudah mendapatkan tiket," tuturnya.
(ads/krs)











































