DetikSepakbola
Rabu 21 Februari 2018, 16:45 WIB

Menpora: SUGBK Bisa Dipakai Klub, asal Dirawat

Amalia Dwi Septi - detikSport
Menpora: SUGBK Bisa Dipakai Klub, asal Dirawat Foto: Grandyos Zafna/detikSport
Jakarta - Menpora Imam Nahrawi angkat bicara soal kerusakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Dia tak melarang klub menggunakannya, namun dengan syarat.

Kerusakan terjadi di sejumlah titik di Stadion GBK usai partai final Piala Presiden 2018. Dari perhitungan Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat, total biaya perbaikan mencapai Rp 150 juta. Panitia sudah memastikan, merekalah yang bakal menyelesaikan kebutuhan tersebut.

Akibat kasus tersebut muncul usulan agar SUGBK tak dipakai oleh klub-klub, tetapi hanya untuk laga-laga timnas. Apalagi, SUGBK akan digunakan untuk upacara pembukaan dan penutupan Asian Games 2018 pada Agustus nanti. Untuk menyambut event itu, pemerintah telah menghabiskan dana Rp 700 miliar.

"Kami memahami bahwa renovasi GBK itu bersumber dari APBN, dari pajak rakyat, maka tentu harus dirawat dan bagaimana peruntukannya nanti harus benar-benar selektif," kata Imam kepada pewarta di kantor Kemenpora, Senayan.

"Memang idealnya hanya untuk Timnas. Tapi, kami maklum bahwa bilamana ada hajat besar yang memungkinkan dan menjadi salah satu barometer pertaruhan nasional maka bisa jadi ditempati oleh klub," kata Imam.

Imam sepakat dengan langkah Pusat Pengelola Kompleks GBK yang membuat peraturan adanya uang jaminan bagi penyewa. Panitia penyelenggara Piala Presiden 2018 diminta membayar deposit Rp 1,5 miliar sebelum menggunakan SUGBK sebagai gelanggang pertandingan final ajang tersebut.

"Namun demikian, secara penerapan regulasi saya kembalikan kepada pengelola GBK. Karena, mereka yang punya wewenang untuk menentukan ini bisa atau tidak dengan segala konsekuensinya," Imam menambahkan.

"Konseskuensinya, salah satunya harus ada DP uang jaminan dan sebagainya. Nah, hal seperti itu yang saya kira cukup teknis sekali, tapi prinsip siapapun, gelaran apapun, sedikitpun tidak boleh ada yang merusak fasilitas yang dibangun dari dana masyarakat," Imam menjelaskan.

"Kalau kemarin Piala Presiden itu dari panitianya yang bertanggungjawab. Demikian pula nanti untuk liga itu dari PT LIB dan PSSI," kata pria asal Bangkalan itu menambahkan.

Pernyataan Mnepora Imam itu selaras dengan ungkapan Direktur PPKGBK, Winarto,. Dia bilang PPKGBK tetap membuka pintu bagi seluruh pihak untuk menggunakan SUGBK.



(ads/fem)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed