Ridwan Kamil Imbau Jangan Ada Lagi Kerusuhan Suporter

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Jumat, 27 Apr 2018 16:57 WIB
Suporter rusuh di laga Arema vs Persib beberapa waktu lalu (Muhammad Aminudin/detikSport)
Jakarta - Walikota Bandung, Ridwan Kamil, menyerukan kepada suporter-suporter klub Tanah Air agar lebih santun dan menghindari adanya perseteruan.

Sebagai pejabat publik, Ridwan Kamil dikenal sebagai pendukung fanatik Persib Bandung. Dia pun turut menyoroti kasus kericuhan di Stadion Kanjuruhan 15 April saat Arema FC menjamu Persib.

Pertandingan terpaksa dihentikan di injury time babak kedua karena penonton bentrok dengan match steward dan berujung tembakan gas air mata petugas keamanan untuk mengendalikan situasi.


Tercatat ada 214 suporter menjadi korban, delapan di antaranya mendapat perawatan intensif di sejumlah rumah sakit. Bahkan ada salah satu suporter tuan rumah yang harus meninggal dunia.

Tentu saja kejadian ini menambah panjang daftar kerusuhan yang terjadi di sepakbola nasional dan sudah banyak tentunya korban jiwa yang jatuh akibat tindakan tak sportif ini.

Maka dari itu, Ridwan pun lagi-lagi mengimbau agar para penonton di stadion untuk bisa lebih menjaga sikap dan tak terprovokasi dengan hal apapun.

"Pertama saya amati kuncinya jangan sampai ada provokasi, biasanya penonton tuh selalu lebih damai lebih suportif. Sekalinya ada provokasi, chant-chant yang rasis, awal muasal dari emosi naik. Ditambah dengan tindakan provokasi yang berujung dengan kerusuhan," ujar Ridwan dalam kunjungannya ke kantor Detikcom, Jumat (27/4/2018) sore WIB.


"Tapi secara umum esensi secara sepakbola, hidup kan itu harus berkompetisi, udah tidak ada perang-perangan lagi, adanya perang di olahraga dalam bentuk kompetisi. Jangan menghancurkan sportivitas damainya, karena orang-orang yang mati dalam kesuporteran ini rata-rata sia-sia, gara-gara berantem, gara-gara kerusuhan, dan lain sebagainya," sambung pria yang akrab disapa Kang Emil ini.

Selain itu, Ridwan juga meminta para pentolan-pentolan kelompok suporter di Indonesia agar lebih sering mengadakan konsolidasi ke depannya agar kejadian serupa tak terulang lagi. Sosialisasi perdamaian suporter pun tidak boleh hanya di tingkat atas, tapi juga harus secara menyeluruh sampai ke grassroot.

"Mereka anak-anak yang punya potensi di masa depan. Oleh karena itu, kita imbau gunakan semangat sepakbola kompetisi ini sebagai cara kompetisi yang damai, kedua jauhi provokasi-provokasi, dan yang ketiga harus ada langkah-langkah rutin komunikasi antara suporter-suporter yang berseteru."

"Persib Arema Persib Persija Bonek-Arema, Bonek-The Jak, artinya kombinasi komunikasi ditingkatkan lewat elite-elitenya, kedua memahami fudamental olahraga ini adalah damai dalam kompetisi dan ketiga hindari provokasi apapun," tutup Ridwan.


(mrp/raw)