Dji Sam Soe Copa Indonesia
PSIS Kalah, Mahesa Jenar Ngamuk
Sabtu, 16 Jul 2005 21:56 WIB
Semarang - Kerusuhan di arena sepak bola masih saja terjadi. Karena tim tuan rumah kalah, penonton mengamuk. Leg kedua laga Copa Dji Sam Soe antara PSIS Semarang versus Persijap Jepara di Stadion Jati Diri, Semarang, Sabtu (16/7/2005), pun terpaksa dihentikan dua menit menjelang bubaran. Kerusuhan dipicu gol Miro Baldo Bento pada menit 88. Pada saat gol terjadi, sejumlah penonton di tribun Utara melempari pemain lawan yang sedang merayakan gol tersebut. Sebagian penonton menghambur ke dalam lapangan. Di tribun Timur, penonton juga melempari pemain belakang Persijap. Polisi yangberjaga pun terpancing. Mereka merangsek ke tribun. Insiden saling pukul terjadi. Penonton tampak kocar-kacir melarikan diri.Situasi bertambah panas ketika tanpa ada sebab yang pasti, puluhan polisi berlarian keluar stadion. Penonton di dalam stadion panik. Seorang anak kecil tampak syok dengan kejadian itu. Ia diusung menuju tim medis.Setelah wasit, inspektur pertandingan, dan kedua tim bernegosiasi, akhirnyapertandingan dihentikan dengan keunggulan Persijap 3-2. Untuk mengurangi situasipanas, penonton diminta keluar lapangan dengan alasan pertandingan sudah usai.Sebetulnya sejak awal tanda-tanda kerusuhan sudah terlihat. Penonton seringmelempari pemain lawan. Apalagi saat pemain lawan mengulur waktu dan memroteskeputusan wasit. Juga, saat pemain lawan sengaja menjatuhkan diri.Di babak pertama kerusuhan sempat terjadi ketika gol Benson pada menit ke 32diprotes ofisial Persijap. Gol itu dinilai tidak sah karena sebelum diumpankan ke arah Benson, bola sudah dinyatakan keluar oleh asisten wasit Slamet Kusdiono.Pelatih Persijap Rudi Wiliam Keltjes memanggil pemainnya untuk keluar lapangan. Kubu PSIS tak terima. Mereka ganti memrotes wasit dan minta gol disahkan. Seorang penonton sempat menendang asisten wasit yang dinilai membuat keputusan kontroversial tersebut.Setelah negosiasi selama beberapa menit, wasit asal Pati Sutamto mensahkan golBenson. Pertandingan pun dilanjutkan. Babak pertama dimenangi PSIS dengan skor 2-1.Memasuki babak kedua, pertandingan kian keras namun wasit jarang meniup peluit. Pada menit ke-53, striker Persijap mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Posisi PSIS pun terancam karena pada leg pertama mereka kalah 1-2.Beberapa kali, striker PSIS de Porras dan Indriyanto berpeluang menambah gol.Sayang, peluang itu tak dapat dimafaatkan. Tendangan dan sundulan mereka seringmembentur tiang saja. Sebaliknya, Persijap mampu memanfaatkan serangan balik dengan baik. Gol penutup pertandingan dihasillkan karena pemain PSIS lengah bertahan.Pelatih Persijap Rudi William Keltjes menyatakan, sebetulnya skema permainan timasuhannya biasa saja. "Hanya saja, pemain saya suruh sabar kalau menghadapipermainan keras. Kalau soal menang, itu karena kebetulan saja," aku Rudi merendah.Sementara manajer PSIS Yoyok Sukawi mengakui kekalahan timnya. Dia berharap dalam Liga Djarum mendatang, timnya bisa bermain lebih baik lagi. "Di liga, kami akan all out. Saya minta maaf pada masyarakat Semarang atas kekalahan ini," tandasnya. (erk/)











































