Partai Usiran & Denda Buat Persmin
Rabu, 20 Jul 2005 20:40 WIB
Jakarta - Satu per satu kasus kekisruhan di pentas Liga Djarum Indonesia ditindak Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Klub terakhir yang dijatuhi hukuman oleh Komdis adalah Persmin Minahasa.Klub Sulawesi Utara itu didenda Rp 30 juta dan diharuskan bertanding di luar kotanya tanpa penonton saat dijadwalkan menjamu Persik Kediri pada 7 Agustus mendatang.Sanksi tersebut diputuskan Komdis dari kasus kerusuhan suporter Persmin di Stadion Maesa, Tondano, pada hari Minggu (10/7/2005) pekan lalu, ketika tuan rumah meladeni Persipura Jayapura.Ketika itu para pemain dan ofisial Persipura tertahan beberapa jam di dalam stadion karena diancam akan diserang pendukung Persmin. Kubu 'Mutiara Hitam' dibayang-bayangi pemukulan karena ribuan orang terus meneriakkan ancaman tersebut usai pertandingan yang berkesudahan 1-1 itu. Bahkan ban bus rombongan Persipura sempat dibikin kempes.Mereka marah karena mendapat kabar bahwa seorang fans Persmin dikeroyok beberapa pemain dan pelatih Persipura Rahmad Darmawan sehingga harus dibawa ke rumah sakit karena terluka. Soal terakhir kubu Persipura telah menyangkalnya.Sementara itu, sidang Komdis yang digelar hari ini, Rabu (20/7/2005), juga mengeluarkan sanksi baru kepada bek Persita Tangerang Isnan Ali. Dari skorsing tiga partai, ia dilarang bermain dalam lima pertandingan.Isnan dinilai sebagai pihak yang memicu baku hantam antara dirinya dengan pemain Sriwijaya FC, Renato Elias, dalam pertandingan kedua tim di Stadion Benteng, Tangerang, pada 12 Juli lalu. Perkelahian seru itu terekam kamera televisi yang sedang menyiarkan langsung partai tersebut.Adapun Renato tidak diberi sanksi tambahan. Gelandang asal Brasil itu toh tetap dilarang main dalam dua pertandingan karena dari insiden itu telah diganjar kartu merah oleh wasit.Kasus lain adalah buntut kerusuhan yang berujung pada aksi mogok yang dilakukan tuan rumah PSPS Pekanbaru saat menjamu PSIS Semarang di Stadion Rumbai 3 juli silam.Setelah tiga kali tidak memenuhi panggilan, kapten PSPS Rochy Putirai akhirnya datang untuk memberikan keterangannya kepada Komdis. Ia menyangkal tuduhan bahwa dirinyalah yang memprovokasi rekan-rekannya untuk mogok."Saya tidak tahu, bukan saya. Tapi kenapa semua arah menunjuk pada saya?" tukas eks striker nasional Indonesia itu.Atas pengakuan tersebut, ditambah karena belum jelasnya siapa orang pertama yang melontarkan seruan mogok tersebut, Komdis belum bisa memutuskan pihak yang bersalah dan akan meneruskan investigasinya. Rencananya Komdis akan kembali memanggil panitia pertandingan, kapten kedua kesebelasan, dan saksi-saksi lain. (a2s/)











































