Fans Palembang Punya Gaya

Piala ASEAN U-20

Fans Palembang Punya Gaya

- Sepakbola
Rabu, 10 Agu 2005 00:10 WIB
Palembang - Dukungan warga Palembang terhadap tim Indonesia di Piala ASEAN U-20 cukup besar. Namun sayang, spontanitas mereka sering berlebihan dan bisa membawa efek buruk pada penyelenggaraan turnamen ini.Di partai pembukaan hari Jumat (5/8/2005) lalu, misalnya, mereka sempat melempari para pemain Thailand dengan botol-botol minuman mineral, sejak tim Indonesia tertinggal 1-2. Akibat reaksi itu, Sekjen PSSI Nugraha Besoes sampai turun ke pinggiran lapangan guna menenangkan penonton. Pelatih Indonesia Peter Withe juga menyayangkan aksi tersebut karena bisa merugikan pihak tuan rumah.Hari Selasa (9/8/2005) ini Stadion Gelora Sriwijaya juga dipenuhi warga Palembang dan sekitarnya. Mereka berduyun-duyun menyambangi stadion yang terletak di kawasan Jakabaring itu untuk mendukung Gerry Setia Adhi Nugraha dkk bertanding melawan Malaysia.Cara fans sepakbola di Palembang mendukung tim Indonesia memang dilakukan dengan jargon-jargon yang keras. Misalnya "gayang Malaysia", "habisi wong keling" atau "kalah dak apo-apo, asal dio saro (kalah tidak apa-apa asal dia susah)". Di tribun barat stadion berkapasitas 45 ribu tempat duduk itu para penonton yang sebagian besar juga pendukung klub Sriwijaya FC tersebut terus menyanyikan koor berikut ini:Gayang Malaysia, Gayang MalaysiaSekarang Juga, Sekarang Gayang... Para pemain Indonesia yang didukung puluhan ribu penonton ini tampaknya bermain penuh semangat, sementara para pemain Malaysia yang saat melawan Thailand tampaknya tenang, di awal pertandingan terlihat grogi meskipun akhirnya bermain keras. Reaksi penonton sepakbola di Palembang juga bersifat spontan. Bila mereka tidak setuju dengan keputusan wasit atau perilaku pemain lawan yang pura-pura cedera, botol air mineral pun melayang ke lapangan. Tampaknya digelarnya Piala ASEAN U-20 ini membuat gairah persepakbolaan di Palembang meningkat, apalagi di tim Indonesia U-20 ini terdapat seorang pemain dari Palembang yakni Feriyansyah. "Kalau bisa, setiap enam bulan adakan turnamen sebesar ini. Kami senang, sepakbola akan maju di Palembang," kata Dedi, seorang penonton. Tapi yang tertib ya! (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads