DetikSepakbola
Minggu 23 September 2018, 02:32 WIB

Kurang Fokus, Mitra Kukar pun Kalah

Amalia Dwi Septi - detikSport
Kurang Fokus, Mitra Kukar pun Kalah Mitra Kukar (Foto: Infografis Detiksport)
Surabaya - Pelatih Mitra Kukar, Rahmad Darmawan, menyesalkan kekalahan telak timnya dari Persebaya Surabaya. Ia menilai timnya tampil kurang fokus.

Mitra Kukar kalah telak saat tandang ke markas Persebaya dalam lanjutan Liga 1. Bertanding di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (22/9/2018), Mitra Kukar takluk dengan skor 1-4.

Kekalahan ini memperpanjang rekor RD, sapaan akrab Rahmad, yang selalu gagal meraih poin kala bermain tandang sejak memperkuat Naga Mekes medio Agustus lalu. RD menyoroti penampilan timnya yang kurang fokus.

"Kita bermain tidak jelek, kita mengimbangi permainan Persebaya, namun memang ada satu hal yang membedakan hari ini. Kita kurang fokus pada saat beberapa pergerakan pemain tanpa bola terjadi, terutama pada saat second ball, baik itu dari sepak pojok, maupun dari tendangan bebas," ungkapnya.

"Semuanya banyak yang melihat ke bola tanpa melihat ada pergerakan dari lawan yang tanpa bola. Tetapi mereka berusaha memperbaiki babak kedua dan secara keseluruhan tadi ada perkembangan."


Eks arsitek Sriwijaya FC tersebut mengakui bahwa timnya gagal membendung David Da Silva yang menjadi tumpuan serangan Bajul Ijo. Penyerang asal Brasil tersebut mampu menorehkan hat-trick sekaligus memuncaki daftar topskor sementara dengan 16 gol.

"Saya rasa David da Silva hari ini menunjukkan kualitasnya yang sangat baik, tetapi Fernando (Rodriguez) tidak bisa dibandingkan karena keduanya punya kelebihan yang berbeda dan bermain di klub yang berbeda. Tetapi memang hari ini David da Silva bermain dengan sangat efektif tapi Fernando juga bermain tidak jelek," imbuhnya.

RD mengakui timnya sempat di atas angin usai Persebaya harus bermain dengan 10 orang menyusul kartu merah untuk Fandry Imbiri di menit ke-53. Bahkan Hendra Bayauw sempat memperkecil skor dua menit berselang. Namun RD mengakui Persebaya tampil lebih efektif.

"Ketika Persebaya bermain dengan sepuluh pemain, Persebaya mengubah formasi dengan main 4-4-1, dia meletakkan satu pemain di depan, dan kita juga berusaha untuk mengubah formasi main kita dengan mengganti satu pemain flank kita," jelasnya.

"Kemudian kita menempatkan Septian David agar bermain lebih ke tengah untuk mendampingi Fernando dan kemudian mendorong Guthrie ke depan, dengan tujuan mempertajam serangan. Tetapi memang Persebaya hari ini bermain cukup efektif dalam bertahan, apalagi pada saat dia bermain dengan 10 pemain."


(ads/nds)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed