DetikSepakbola
Senin 24 September 2018, 16:48 WIB

Nyawa Suporter Terus Melayang, Haruskah Liga Disetop?

Yanu Arifin - detikSport
Nyawa Suporter Terus Melayang, Haruskah Liga Disetop? Foto: Wisma Putra
Jakarta - Nyawa-nyawa suporter terus melayang dari tahun ke tahun di kompetisi sepakbola tanah air. Haruskah kompetisi sepakbola Indonesia disetop?

Desakan penghentian Liga 1 menggema usai Haringga Sirila tewas. Suporter Persija Jakarta itu tewas dikeroyok oknum Bobotoh saat hendak menyaksikan laga Persib vs Persija di GBLA, Minggu (23/9/2018).

Usulan penghentian kompetisi diwacanakan oleh Akmal Marhali, pegiat sepakbola dari Save Our Soccer. Ia mengusulkan agar kompetisi dihentikan selama solusi atas segala masalah kekerasan di sepakbola belum ditemukan.

Pandangan lain diutarakan Budiarto Shambazy. Pengamat olahraga senior tanah air itu menilai penghentian liga merupakan gagasan yang terlalu ekstrem, yang ditakutkan malah merusak industri sepakbola Indonesia yang sudah menggeliat.

"Jangan, karena kalau ada tikus, jangan bakar lumbungnya. Usulan menghentikan liga itu adalah gagasan yang terlalu ekstrem. Jangan lah. Dan ini sudah jalan sebagai industri, sudah bagus," ujarnya saat berbincang dengan detikSport, Senin (24/9/2018).

PSSI sendiri mewacanakan sanksi pengurangan poin untuk mengatasi masalah laten kekerasan ini. Budiarto menilai hal itu juga tak perlu dilakukan.

"Pengurangan poin juga masih belum perlu menurut saya. Itu malah menambah komplikasi. Jadi 'kan Persib-nya tidak bersalah, klubnya tidak ada sangkut pautnya sebab ini ulah suporter.

"Yang fair ya harus dikenakan larangan bermain tanpa penonton sampai akhir musim. Itu cukup fair, tapi harus tegas PSSI-nya, jangan seperti yang sudah-sudah nanti hukumannya dikurangi lagi," jelasnya.



Simak Juga 'Viking Bicara Tewasnya Suporter Persija oleh Oknum Bobotoh':

[Gambas:Video 20detik]


(a2s/fem)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed