sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Rabu, 03 Okt 2018 13:59 WIB

Ridwan Kamil Dukung Banding Persib

Mochamad Solehudin - detikSport
Foto: Mochamad Solehudin Foto: Mochamad Solehudin
Bandung - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menilai sanksi kepada Persib Bandung dari Komisi Disiplin PSSI terlalu berat. Dia mendukung rencana banding Maung Bandung.

Suporter, Haringga Sirila, tewas dikeroyok oknum bobotoh menjelang laga Persib dengan Persija, Minggu (23/9/2018). Akibat kejadian ini tim Maung Bandung dihukum berbagai sanksi oleh Komdis PSSI.

Persib dihukum berupa sanksi pertandingan home di luar Pulau Jawa (Kalimantan) tanpa penonton sampai akhir musim kompetisi 2018 dan tanpa penonton di Bandung sampai setengah musim kompetisi 2019.

Menilik sisa laga yang harus dijalani, Persib akan menjalani enam laga usiran itu. Saat ini, Persib memimpin klasemen dengan 44 poin.




Selain kepada Persib, Komdis memberikan sanksi kepada bobotoh berupa larangan untuk menyaksikan pertandingan Maung Bandung pada saat home maupun away serta pertandingan Liga 1 lainnya sejak putusan ini ditetapkan sampai setengah musim kompetisi 2019.

Komdis juga melarang ketua panpel pertandingan dan security officer untuk ikut serta dalam kepanitiaan pertandingan Persib selama dua tahun. Panpel juga didenda Rp 100 juta dan wajib memerangi dan melarang rasisme dan atribut lainnya dengan cara apapun.

"Tentulah ada sanksi terhadap sebuah peristiwa. Tapi menurut saya sanksi yang didapati terlalu berlebihan karena pada dasarnya suporternya bermasalah," kata pria yang akrab disapa Emil, di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (3/10/2018).

Dia menyayangkan sanksi yang juga diberikan untuk para pemain Maung Bandung. Menurutnya sanksi tersebut sangat merugikan bagi tim kebanggaan Jawa Barat ini.




"Sampai pemain-pemainnya pun dihukum berat tiga sampai lima pertandingan enggak boleh main. Saya kira itu kurang adil. Karena urusan pemain menurut saya sudah ada mekanismenya yaitu wasit. Kalau dia keras kartu kuning kalau dia ekstream kartu merah," ujarnya.

Dia berharap ada keputusan Komdis PSSI bisa ditinjau kembali.

"Mudah-mudahan bisa seadil-adilnya. Adil itu menempatkan segala sesuatu pada takaran dan tempat. Saya dengar Persib banding. Saya kira kita minta keadilan saja," ujarnya.


(fem/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com