Jokowi Akan Carikan Bapak Angkat untuk Timnas U-16

Ray Jordan - Sepakbola
Kamis, 04 Okt 2018 11:32 WIB
Timnas Indonesia U-16 saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo. (Foto: Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo akan mencarikan bapak angkat untuk timnas Indonesia U-16. Hal itu agar Garuda Muda bisa terus mendapatkan kesempatan try out.

Keingingan itu disampaikan Jokowi dalam pertemuan dengan Timnas U-16 di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (4/10/2018) pagi WIB. Keyakinan tinggi pada skill Brylian Negiehta Dwiki Aldama cs menjadi dasarnya.

"Saya ketemu hanya ingin memberikan semangat kepada anak-anak muda U-16 ini. Karena saya melihat ini ada sebuah peluang, ada sebuah kesempatan ke depan dalam kita membina pesepakbolaan Indonesia," kata Jokowi usai pertemuan di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

Jokowi lantas menceritakan bahwa dirinya selalu menyaksikan laga-laga Timnas U-16. Dia mengatakan, semangat bertanding anak asuh pelatih Fakhri Husaini tersebut sangat prima.

"Kita lihat kemarin di ASEAN ini juara, kemudian di tingkat Asia dengan Iran menang, kemudian dengan India seri, dengan Australia kalau menang tapi kemudian kalah," katanya.



"Tapi yang saya lihat adalah semangat perjuangan dan semangat bertanding di lapangannya sangat prima sekali," tambahnya.

Untuk itu, Jokowi mengatakan dirinya akan mencarikan bapak angkat bagi Timnas U-16 ini. Yang dia maksud bapak asuh adalah BUMN yang akan membina para pemain muda tersebut.

"Saya titip tadi agar U-16 ini terus dibawa try out ke kompetisi-kompetisi tingkat dunia, sehingga betul-betul terasah skill dan pengalamannya. Saya juga tadi janji mencarikan BUMN yang akan menjadi bapak angkat, sehingga mereka bisa terkonsentrasi penuh dibackup oleh sebuah anggaran dalam mempersiapkan U-16 ini ke depannya. Baik nanti meningkat U-19 maupun di tingkat tim senior," katanya.

Namun Jokowi belum bisa menyebutkan nama BUMN yang akan menjadi bapak angkat itu. Dia masih mencari. Meski demikian, dia juga akan menyiapkan payung hukum agar keterlibatan BUMN tersebut tidak melanggar aturan.

"Nanti disiapin (payung hukumnya-red)," katanya.




(jor/cas)