sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Rabu, 24 Okt 2018 16:50 WIB

Mati Lampu Sampai 3 Kali, Sriwijaya Laporkan PSIS ke LIB

Amalia Dwi Septi - detikSport
Mati lampu sampai tiga kali di pertandingan PSIS vs Sriwijaya FC di Liga 1 (Amalia Dwi Septi/detikSport)
Jakarta - Sriwijaya FC melayangkan surat protes kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) usai insiden mati lampu di stadion saat melawat ke markas PSIS Semarang. Manajemen Sriwijaya FC meminta LIB bersikap tegas.

Pada pertandingan antara PSIS Semarang dengan Sriwijaya FC dalam lanjutan Liga 1 2018 yang digelar di di Stadion Moch Seobroto, Kota Magelang, Selasa (23/10/2018) terjadi insiden mati lampu sebanyak tiga kali. Pertandingan sempat dihentikan. Di akhir laga, rumah tuan akhirnya sukses meraih kemenangan tipis 1-0 atas Sriwijaya FC.

Direktur PT SOM (Sriwijaya Optimis Mandiri), Muddai Madang, mengungkapkan kekecewaanya terhadap panitia penyelenggara yang dianggap tak siap. Dia bilang mati lampu sampai tiga kali di dalam stadion tidak pantas terjadi di kompetisi Liga 1.




Apalagi, tuan rumah juga seenaknya mengubah jadwal pertandingan yang dijadwalkan sore hari ke malam hari. Hal itu diputuskan sehari sebelum laga.

"Kami protes hari ini melayangkan surat ke LIB atas peristiwa kemarin dikarenakan pertandingan itu rencananya sore diubah menjadi malam. Bermain malam butuh penerangan memadai dan ternyata di saat pertandingan terjadi beberapa kali padam. Menurut aturan hanya boleh break dua kali apabila terjadi sesuatu. Tapi, kemarin sampai tiga kali mati lampu," ujar Muddai di Jakarta, Rabu (24/10/2018).

Tak hanya itu, Muddai juga mempertanyakan kepemimpinan wasit yang dianggap tidak fair dan berat sebelah. Empat pemain Sriwijaya FC langsung diganjar kartu kuning.

"Kami juga keberatan atas tindakan wasit yang mengkartu kuningkan pemain inti kami tanpa sebelumnya ada peringatan. Yang mana dengan wasit berikan kartu kuning, kami sebagai tuan rumah saat menjamu Perseru tidak bisa memainkan empat pemain kami. Karena sangat tidak layak diberikan kartu, sebenarnya ada apa," dia menambahkan.

"Ada pemain kami yang ditempeleng di depan wasit pantas di kartu merah. Sedangkan pemain kami kesalahan ringan langsung kartu kuning. Untuk itu, kami serahkan masalah ini ke Komdis untuk menelaah kasus yang terjadi. LIB juga harus mengkaji. Kami beratan dan tidak menerima hasil laga kemarin karena prosesnya yang tidak layak," ujar dia.

Muddai pun berharap LIB bisa mengambil langkah tegas terutama kepada panpel yang dinilai tidak siap. Stadion Moch Soebroto juga dianggap tak layak menggelar pertandingan.

"Kami ingin LIB tegas mendiskualifikasi tuan rumah karena mereka tidak siap," dia menegaskan.

Sriwijaya memberikan deadline maksimal tiga hari kepada LIB untuk merespon kejadian itu. Dia berharap ada perbaikan di kompetisi Indonesia di masa mendatang.



(ads/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com