sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Jumat, 23 Nov 2018 15:57 WIB

Isu Suap Merebak di Liga, Asprov Jabar Desak PSSI Libatkan Polisi

Femi Diah - detikSport
Foto: Liga Indonesia Foto: Liga Indonesia
Jakarta - Ketua Asosiasi Jawa Barat, Tommy Apriantono, mendesak PSSI serius menangani dugaan pengaturan skor di Liga 1 dan Liga 2. Polisi dilibatkan agar kasus itu lekas tuntas.

Isu pengaturan skor berembus di Liga 1 dan Liga 2 belakangan ini. Persib Bandung yang menyebut-nyebut sejumlah pemainnya terlibat suap.

Tak lama kemudian dugaan pengaturan skor juga muncul di babak delapan besar Liga 2. Yakni melibatkan Semen Padang dengan Kalteng Putera dan Aceh United menghadapi PS Mojokerto Putra.

Tommy meminta agar PSSI tak membiarkan kabar itu sebagai isu semata dan diselesaikan hingga tuntas. Caranya, dengan menggandeng kepolisian.




"Isu itu sudah mencederai kompetisi, imbasnya bisa mempengaruhi sponsor yang tidak mau lagi. PSSI harus serius menanganinya. Sudah saatnya PSSI minta bantuan polisi," kata Tommy dalam perbincangan dengan detikSport, Jumat (23/11).

"Asprov Jabar mendukung agar PSSI melakukan investigasi secara tuntas. Transfer rekening bisa diinvestigasi, kalau ketahuan bersih ya bersih, kalau memang ada transaksi janggal bisa diusut. Jangan terlalu lama aroma suap etrcium dan dibiarkan hingga barang bukti hilang," dia menjelaskan.

Tommy juga meminta agar PSSI lebih tegas soal aturan kepemilikan klub. Juga perlu diterapkan agar klub tak mudah berpindah homebase.

"Aturan yang ada itu masih membuka peluang untuk melakukan pengaturan skor," ujar dia.




(fem/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com