sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Rabu, 19 Des 2018 21:14 WIB

Persibara Pilih Lapor Polisi soal Pengaturan Skor, PSSI Bisa Apa?

Yanu Arifin - detikSport
Budhi Sarwono, mantan Askab PSSI Banjarnegara. (Foto: Uje Hartono/detikSport) Budhi Sarwono, mantan Askab PSSI Banjarnegara. (Foto: Uje Hartono/detikSport)
Jakarta - Mantan Ketua Asosiasi Kabupaten Banjarnegara, Budhi Sarwono, tidak lagi berharap kepada PSSI untuk menyelesaikan pengaturan skor. Ia lebih berharap ke polisi.

Budhi beberapa waktu lalu mundur dari kursi ketua Askab PSSI Banjarnegara. Penyebabnya, Persibara Banjarnegara, klub yang dikelolanya kerap dipalak Asosiasi Provinsi Jawa Tengah yang dipimpin Johar Lin Eng.

Budhi mengaku, dalam enam bulan, ia sudah habis sekitar Rp 1,3 miliar. Klaimnya, dengan membayar uang, Persibara Banjarnegara bisa naik kasta ke Liga 2.




Merasa terus-terusan diperas, Budhi pun mundur. Ia mengaku sudah tak mau lagi berharap ke PSSI, dan kini lebih mengadukannya ke polisi. Hal itu ia ungkap di acara Mata Najwa dalam episode PSSI Bisa Apa? Jilid 2 di Studio 1 Trans 7, Rabu (19/12/2018).

"Kami tidak berharap lagi kepada PSSI. Kami memohon kepada Pak Kapolri [Tito Karnavian] agar segera ditindak supaya sepak bola indonesia bisa lebih baik," ungkap Budhi.




Hal yang sama diungkap manajer Persibara, yang juga anak Budhi Sarwono, Lasmi Indaryani. Ia berharap para mafia sepakbola Indonesia bisa diberantas Kepolisian.

"Saya mohon Pak Kapolri, karena butuh keberanian sangat luar biasa untuk kami datang ke sini. Saya mohon untuk Pak Kapolri dan Menpora agar tindakan ini diberantas," tutur Lasmi, sambil membuat gestur memohon.


(yna/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed