Copa Dji Sam Soe Indonesia
Macan Kemayoran Belajar dari Pengalaman
Selasa, 06 Sep 2005 19:12 WIB
Jakarta - Untuk kali ketiga Persija menjadi tuan rumah pertama di Copa Dji Sam Soe Indonesia 2005. Belajar dari pengalaman, tim Macan Kemayoran tak ingin kalah di kandang lagi. Ada catatan menarik mengenai penampilan Persija Jakarta di Copa Dji Sam Soe Indonesia 2005. Tim asuhan Arcan Lurie Anatolievici ini selalu mendapat kesempatan menjadi tuan rumah pertama. Ini kali ketiga Persija menjadi tuan rumah pertama ketika menghadapi Persmin Minahasa pada 16 Besar Copa Dji Sam Soe Indonesia 2005 di Stadion Lebak Bulus, Kamis (8/9/2005). Mungkinkah Persija mengulang kesalahan seperti ketika ditumbangkan Persikota 2-3 pada leg pertama 32 Besar? Atau justru sukses membantai Persmin seperti yang dilakukannya ketika menjamu Persikad Depok di babak pertama. Ketika itu, Persija bisa menang telak 5-1 atas tetangganya. Bila ingin terus bertahan di Copa Dji Sam Soe Indonesia 2005, Persija harus bisa mengulang kisah sukses ketika membantai Persikad. Kemenangan besar di leg pertama akan menjadi modal berharga tim berjuluk Macan Kemayoran ini ketika melakukan away ke kandang Persmin."Kami terus belajar untuk membenahi kelemahan. Kami tak ingin mengulang kesalahan seperti ketika menghadapi Persikota. Yang penting, kami bisa menjaga momentum," jawab asisten pelatih Persija, Isman Jazulmei seperti dalam rilisnya kepada detiksport, Selasa (6/9/2005).Difavoritkan mampu mengatasi Persmin tidak menjadikan Persija takabur. Menurut Isman, timnya tetap waspada dan tak ingin meremehkan kekuatan lawan."Bagi kami, tidak ada lawan berat atau ringan. Semua lawan berat dan kami harus serius menghadapinya," tambahnya.Persija tak ingin sekadar memburu kemenangan, tapi juga ingin mencetak banyak gol. Hanya, pelatih Anatolievici agak dipusingkan dengan kondisi timnya yang tak utuh menyusul cedera yang menimpa Kurniawan Dwi Julianto dan M. Jainal Ichwan.Tanpa mereka, lini depan Persija akan bertumpu pada duet asing Fatecha dan Batoum Roger Urbain. Keduanya memang bisa diandalkan untuk mengobrak-abrik pertahanan Persmin. Tapi, Anatolievici tak bisa lagi merotasi pemainnya.Menghadapi tim favorit tidak menjadikan Persmin keder. Pasalnya, mereka sudah memasang target meraih prestasi tertinggi setelah gagal di Liga Indonesia. Bahkan manajer Recky Pontoh mengaku Persmin lebih suka berhadapan dengan tim-tim yang lolos 8 Besar liga. Menurutnya, konsentrasi mereka akan terganggu. Apalagi jarak pertandingan Copa Dji Sam Soe Indonesia 2005 dan liga termasuk dekat."Kami lebih suka berhadapan dengan tim yang lolos 8 Besar liga. Konsentrasi mereka pasti terpecah. Sementara kami hanya fokus pada Copa Dji Sam Soe. Posisi kami juga sudah aman di Divisi Utama," tandas Recky. (erk/)











































