sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Senin, 31 Des 2018 12:33 WIB

Kaleidoskop 2018

Sensasi Edy Rahmayadi: Dari Pegang Pipi Sampai Wartawan Baik

Randy Prasatya - detikSport
Kutipan Edy Rahmayadi sepanjang 2018. (Foto: Pradita Utama) Kutipan Edy Rahmayadi sepanjang 2018. (Foto: Pradita Utama)
Jakarta - Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, menjadi salah satu sosok yang ramai diperbincangkan di tahun 2018. Itu karena dia banyak mengeluarkan komentar yang sensasional.

Edy menjadi sorotan setelah Timnas Indonesia gagal di Piala AFF 2018. Alih-alih bakal segera melakukan evaluasi, Edy malah meminta wartawan untuk bersikap baik supaya Timnas Indonesia bisa berprestasi oke.

Pernyataan Edy soal wartawan baik pun menjadi pembahasan di media sosial. Bahkan, media asing seperti Fox Sport ikut menyoroti pernyataan itu.

Berikut kutipan sensasional Edy lainnya di sepanjang 2018.

25 Januari

Kepindahan Evan Dimas dan Ilham Udin Armaiyn ke Liga Malaysia sempat ditentang oleh Edy. Dia meminta kedua pemain itu tak bermain di klub luar karena Indonesia butuh Evan dan Ilham untuk persiapan sembilan event kejuaraan.

"Dalam sembilan even itu, kita butuh pemain. Masa tukang ojek yang kita mainkan," kata Edy.

Edy juga beranggapan keduanya pindah ke Liga Malaysia karena faktor gaji yang lebih besar.

"Kalau dirata-ratakan, mereka bergaji Rp100 juta per bulan. Saya ketika masih menjabat Pangkostrad hanya bergaji Rp30 juta. Inilah yang mau kita satukan persepsi. Kalau bangsa ini memanggil, tak ada alasan (menolak)," sambungnya.

13 September

Kontrak Luis Milla sebagai pelatih Timnas Indonesia habis pada Agustus 2018. Banyak desakan dari masyarakat agar PSSI memperpanjang kontrak Milla.

Pada prosesnya, PSSI diketahui menunggak gaji Milla selama tiga bulan. Apa jawaban Edy?

"Perpanjangan kontrak sedang dilakukan. Itulah yang dibilang nunggak-nunggak itu. Kan perlu satu, berapa dia minta berapa kami siap," kata Edy di Medan.

"Kalau gajinya, itu urusan Ketua PSSI, bukan urusan kalian (wartawan). Ketua PSSI nanti yang menggaji. Kalau saya sampaikan di sini, memang media mau membayar?" ketus Edy.

"Perkara betul atau tidak betul, itu urusan Ketua PSSI. Yang penting rakyat Indonesia mengetahui bahwa (Timnas) usia 23 dan senior akan dilatih Luis Milla," tandasnya.


24 September

Edy Rahmayadi ditanya Aiman Witjaksono apakah tugasnya sebagai Gubernur Sumatera Utara menggangu pekerjaan di PSSI. Hal itu terjadi dalam siaran langsung di salah satu stasiun televisi swasta.

Aiman bertanya: "Anda kan sekarang menjabat Gubernur Sumatera Utara, apakah Anda merasa terganggu ketika tugas Anda, tanggung jawab Anda menjadi gubernur kemudian juga menjadi Ketua Umum PSSI?"

Edy menjawab: "Apa urusan Anda menanyakan itu. Bukan hak Anda bertanya kepada saya,"

24 September

Edy Rahmayadi terlihat marah dan seperti menampar suporter PSMS yang menyalakan flare di tribun Stadion Teladan, Medan. Edy menyebut bahwa dia cuma pegang pipi, bukan menampar.

"Saya datang ke sana maksudnya mengingatkan anak-anak kita, jangan (menyalakan flare). Sudah suatu kebiasaan saya memegang pipi, kalau enggak saya pegang kepala. Kok larinya ditampar begitu? Tangan saya ini besar. Kalau tampar orang sayang sekali, ya Anda sudah tahu itu," Edy membantah.


25 September

Edy Rahmayadi diundang oleh salah satu televisi swasta terkait tewasnya seorang suporter tewas dalam laga Persija Jakarta vs Persib Bandung. Jumlah atlet yang minim dari total penduduk Indonesia jadi penyebab banyaknya superter yang berkelahi.

"Indonesia mempunyai atlet sepak bola hanya 76.000 dari 250 juta. Inilah salah satu yang mengakibatkan suporter berkelahi."

26 September

Edy Rahmayadi soal petisi mundur.

"Jangankan 60 ribu, satu orang pun kalau itu memang benar adanya gara-gara saya gubernur lalu terjadi itu pembunuhan, saya akan tinggalkan ini (jabatan Ketua Umum PSSI). Karena itu berarti saya tidak becus," katanya

"Yang saya takutkan, dari 60 ribu ini mungkin salah satunya menginginkan jabatan PSSI ini, karena saat ini dalam dunia politik. Jadi, PSSI harus saya lindungi, karena ini amanah rakyat sampai 2020," sambungnya.

24 Oktober

PSSI bukan pengemis, Milla.

"Sampai saat ini, Luis Milla seperti tidak berkenan (melatih Timnas Indonesia) karena kami tetap berkomunikasi dengan pihaknya. Namun, Luis Milla selalu menunda kehadirannya ke Indonesia," kata Edy Rahmayadi

"Indonesia dan PSSI bukan pengemis. Kami punya sikap. Kami punya pelatih lokal berkualitas. Kami percaya kepada Bima Sakti dan Kurniawan Dwi Yulianto (untuk melatih Timnas Indonesia)," tutur Edy Rahmayadi

22 November

Ketika ditanya bagaimana evaluasi kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2018, Edy menjawab:

"Wartawannya yang harus baik. Kalau wartawannya baik, timnasnya akan baik," ujar Edy.


5 Desember

Edy Rahmayadi berharap tak dibully lagi.

"Kalau dibandingkan dengan negara lain, Indonesia masih jauh tertinggal. Bisa dilihat dari jumlah pemain, sarana stadion, dan lainnya. Saya bilang sama Presiden kalau kita belum punya pemain bola yang pas, kuantitas saja masih kurang, apalagi kualitas," kata Edy di Medan.

"Sementara, Indonesia hanya punya pemain 67 ribu dari 250 juta jiwa. Tolong jangan dibully-bully lagi saya. Kalau mau beritakan, beritakan lah ini," sambungnya.

28 Desember

Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, mengatakan penangkapan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Johar Ling Eng, tidak terkait dengan organisasi tersebut. Edy menyebut Johar melanggar hukum positif, yakni penipuan.

"Jadi dia melakukan penipuan. Penipuannya di Liga 3 dia melakukan janji yang di luar konteks persepakbolaan," kata Edy.

"PSSI minta tolong sama kepolisian, dari awal juga kita sudah minta tolong. Tolong mari kita bersama-sama, termasuk wartawan. Kan PSSI ini milik kita bersama," lanjut Edy



Saksikan juga video 'Cuitan Lucu Netizen soal Ucapan Viral Edy Rahmayadi':

[Gambas:Video 20detik]

(ran/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com