sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Kamis, 17 Jan 2019 11:55 WIB

Piala AFF Kian Dekat, Timnas U-22 Harus Selektif Pilih Makanan

Mercy Raya - detikSport
pemain Timans diminta disiplin pililh-pilih makanan. (Rifkianto Nugroho/detikSport) pemain Timans diminta disiplin pililh-pilih makanan. (Rifkianto Nugroho/detikSport)
Jakarta - Piala AFF U-22 tinggal menyisakan waktu satu bulan. Barisan pelatih dan dokter Timnas Indonesia memperketat pengawasan nutrisi pemain.

Timnas U-22 memasuki pekan kedua training camp menuju Piala AFF yang berlangsung 17 Februari. Indonesia tergabung dalam Grup B bersama Kamboja, Malaysia, Singapura, dan Myanmar.

Pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri, menggeber pemain dengan teknik dan strategi sejak hari pertama pelatnas dimulai pada 7 Januari.


Nah, untuk urusan kondisi fisik menjadi tanggung jawab dokter Timnas Indonesia, Syarif Alwi. Dia bilang asupan nutrisi pemain tak boleh sembarangan.

"Banyak sekali. Sebab, mereka disiplin, mulai dari makan, sampai istirahat, sekarang sudah jauh berubah," kata Syarif kepada detikSport, di Stadion Madya, Senayan, Kamis (17/1/2019).

Dokter yang akrab disapa Papi itu menjelaskan hal-hal wajib yang dilakukan Witan Sulaeman dkk dari mulai bangun pukul 06.00 WIB hingga tidur pukul 22.00 WIB.

"Pertama makan harus nasi merah, roti pun harus gandum, dan jauhi makanan yang manis-manis. Boleh manis tapi dari buah. Seperti minyak-minyak, pedas-pedas itu kami jaga betul (agar tidak dimakan)," dia menjelaskan.

"Sebab, sumber energi atlet kan dari makanan, istirahat, latihan yang baik, maka penampilan akan bagus. Ya jelang pertandingan (Piala AFF) mulai ketat lah," bebernya.

Syarif tak khawatir jika ada pemainnya yang tak patuh aturan. Menurutnya, akan mudah melihat pemain yang ketahuan tak disiplin utamanya saat latihan.

"Nanti kelihatan kok bila mereka tak tidur (disiplin) saat latihan pasti tidak fit. Karena makan pun kami kontrol. Misal kenapa tak makan, 'ndak nafsu makan, nanti dilihat apa yang kamu mau?"

Syarif mengatakan biasanya ada sanksi berupa denda yang diterapkan jika ada yang melanggar aturan. Tapi dia menilai para pemain sudah semakin dewasa.

"Sekarang ini sudah mulai bagus karena kami beri sesi mereka tentang sport nutrition, sport preventif injury, ada juga sesi massage sport. Maksudnya apa gunanya massage sehingga mereka sadar untuk datang massage sendiri. Jadi tak perlu disuruh-suruh," katanya.

"Iya ada classroom kami harapkan dia bisa bawa itu ke klubnya," ujar dia.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed