sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Senin, 21 Jan 2019 12:26 WIB

CEO Persijap Kecam Budaya Voters Nego di Belakang Kongres PSSI

Yanu Arifin - detikSport
Kongres PSSI di Bali, Minggu (20/1/2019) menghasilkan tiga keputusan soal pergantian ketua umum, tim ad hoc, dan agenda kompetisi. (Foto: Nyoman Budhiana/ama/ANTARA FOTO) Kongres PSSI di Bali, Minggu (20/1/2019) menghasilkan tiga keputusan soal pergantian ketua umum, tim ad hoc, dan agenda kompetisi. (Foto: Nyoman Budhiana/ama/ANTARA FOTO)
Jakarta - CEO Persijap Jepara, Esti Puji Lestari, mengecam para voters atau pemilik suara di Kongres PSSI. Ia menyebut masih banyak yang negosiasi di belakang kongres.

PSSI baru saja menggelar Kongres Tahunan di Sofitel, Nusa Dua, Bali, Minggu (20/1/2019). Dalam forum itu, sebanyak 85 voters atau pemilik suara datang ke Pulau Dewata.

Sebagai forum tertinggi, para voters punya hak suara yang bisa menghasilkan keputusan Kongres PSSI. Esti rupanya melihat ada yang salah dalam proses diskusi para voters.




Esti, yang datang sebagai perwakilan Persijap, melihat masih banyak voters yang memilih bernegosiasi di belakang Kongres, bukan di dalam ruangan saat kongres berlangsung. Ia meminta budaya itu segera dihilangkan.

"Di kongres ini agak shock bahwa, saya tidak menyalahkan PSSI, tapi justru cukup shock dengan voters. Mereka tidak punya mental berdiskusi," ujar Esti kepada detikSport.

"Masih banyak yang nego di belakang, meeting di belakang, harusnya kan di ruangan dan terlihat masih geng-gengan. Ini budaya yang harus diubah. Jadi ya harus dibenahinya dari voters, semua harus berdiskusi di ruangan, karena PSSI tidak memutuskan tapi voters yang menentukan keputusan."




"Jadi kalau marah ya harus marah sama voters, yang salah satunya seperti saya. Ini yang kadang-kadang mereka menyalahkan PSSI, padahal voters yang salah," jelasnya.

Kongres PSSI di Bali menghasilkan tiga keputusan, yakni menunjuk Joko Driyono sebagai Pelaksana Tugas Ketua Umum menggantikan Edy Rahmayadi yang mundur, kemudian menunjuk Ahmad Riyadh sebagai ketua Ad Hoc Integritas pemberantasan match fixing, dan memastikan kompetisi Liga 1 2019 dan Liga 2 2019 digelar pada bulan Mei mendatang.


(yna/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com