sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Rabu, 23 Jan 2019 21:15 WIB

Ada Pertemuan Voters Kongres PSSI untuk Gulingkan Edy Rahmayadi?

Yanu Arifin - detikSport
Edy Rahmayadi sesaat sebelum mundur di Kongres PSSI, Minggu (20/1/2019). (Foto: Nyoman Budhiana/ama/ANTARA FOTO)
Jakarta - Acara Mata Najwa episode PSSI Bisa Apa? Jilid 3 membahas mundurnya Edy Rahmayadi. Ada pertemuan untuk menggulingkan sang jenderal?

Edy mundur dalam Kongres PSSI di Sofitel, Nusa Dua, Bali, Minggu (20/1/2019). Keputusan mundurnya itu kemudian dibahas dalam acara Mata Najwa episode PSSI Bisa Apa? Jilid 3 yang ditayangkan Trans 7, Rabu (23/1/2019).

Dalam acara itu, Najwa Shihab memutar rekaman suara yang disebut pengakuan anggota Kongres PSSI berniat menggulingkan Edy. Ada pertemuan di sebuah hotel untuk membicarakannya.




"Jadi teman-teman di pusat, di PSSI, melihat keinginan masyarakat mengganti atau mengharapkan Pak Edy Rahmayadi mundur. Teman-teman mengambil langkah itu untuk mengajukan mosi tidak percaya," ucap pria misterius dalam rekaman suara itu.

"Suratnya sudah jadi. Jadi intinya itu, mosi tidak percaya. Tidak ada iming-iming, hanya dikasih surat saja terus ditandatangani," sambungnya.

Pria itu kemudian ditanya apakah mendapat uang saat mengikuti rapat itu, dan mengatakan iya. "Ada 1000 dollar Singapura (sekitar Rp 10,4 juta)," tambahnya.

Voters itu diketahui berkumpul di Hotel Royal, Kuningan, Jakarta Selatan. "Sekitar tiga hari sebelum Kongres kayaknya," jelasnya soal waktu voters itu berkumpul.




Pria misterius itu kemudian mengungkap siapa yang pertama kali mengajukan wacana mosi tidak percaya. "Pertama ngomong gitu ada Pak Haruna (Soemitro, manajer Madura United)," jelasnya.

Gusti Randa, anggota Exco PSSI, kemudian dimintai konfirmasi soal pertemuan itu. Ia mengaku tahu ada pertemuan itu, namun menegaskan tidak tahu menahu soal uang 1000 dollar Singapura.

"Ya tahu, di Royal Kuningan itu. Saya tidak tahu kalau soal duit. Yang saya tahu mereka datang dari daerah dan saya kebetulan saya tidak berhubungan soal itu. Bukan mengundang, tapi mereka mencari kita," kata Gusti.




"Yang dicari macam-macam, ada saya Komite Hukum, ada Pak Haruna di situ, mereka mencari tahu ada apa, juga Pak Joko Driyono," jelas Gusti.

Najwa kemudian menegaskan, apa Joko Driyono tahu menahu soal uang sebab berada di sana, Gusti mengaku tidak tahu menahu lagi. "Saya tidak tahu soal uang. Kalau gini kesannya Mbak Nana (panggilan Najwa) offside duluan nih," bantahnya.


(yna/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com