Dipanggil Satgas Anti Mafia Bola Lagi, Sesmenpora Diberi 40 Pertanyaan

Mercy Raya - Sepakbola
Kamis, 07 Feb 2019 20:19 WIB
Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto. (Foto: Audrey Santoso-detikcom)
Jakarta - Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S. Dewa Broto kembali dimintai keterangan oleh Satgas Anti Mafia Bola. Dia diperiksa lebih empat jam dan dicecar hampir 40 pertanyaan.

Gatot memenuhi panggilan Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipikor) Bareskrim Polri di gedung Ombudsman, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (7/2/2019).

"Tadi pagi saya diperiksa lebih dari 4 jam ada jeda Isoma. Memang pemeriksaan tadi lebih dalam dari tanggal 26 Desember lalu. Dan berbeda juga dengan pemeriksaan sebelumnya, kemarin penyelidikan, kalau tadi tahap penyidikan," kata Gatot di Kantor Kemenpora, Senayan.

"Jadi lebih dalam dan meski kami akui pengembangan yang tanggal 26 Desember lalu. Sempat disinggung kenal Hidayat? Saya bilang tidak, hanya kenal dari pemberitaan. Lalu apakah kenal dengan Yanuar? Ya saya tahu saat di Mata Najwa karena di sana sama-sama sebagai narasumber. Tapi tadi lebih banyak hubungan sinergitas antara Kemenpora, KONI, dan PSSI karena pada saat bersamaan saya diperiksa, juga ada KONI, dan PSSI," dia menjelaskan.

"Poinnya adalah karena dengan sinergitas akan diketahui pola sinergitasnya seperti apa. Ibaratnya dari kinerja bisa dimaping, bolongnya dimana," ujarnya lagi.




Gatot juga menjelaskan selama pemeriksaan, dirinya juga sempat dikonfirmasi terkait proses penggeledahan yang dilakukan Satgas Anti Mafia Bola di Kantor bekas PT Liga Indonesia, di Rasuna Office Park DO-07, Jakarta.

Sebagai gambaran, saat penggeledahan pihak kepolisian sempat menemukan dokumen keungan Persija Jakarta yang sengaja dihancurkan.

"Juga jujur saya akui juga ada keterkaitan dengan tempo hari kasus penggeledehan di Kuningan. Saya tak bisa katakan apa kasusnya? Tapi ada beberapa hal perlu dikonfirmasi dari kami," kata Gatot.

Namun, Gatot enggan membeberkan lebih detail spesifik kasus yang membutuhkan konfirmasinya.

"Apakah ada dokumen tertentu yang kaitannya dengan hubungan kerja Kemenpora. Lalu saya menyebutkan sesuatu. Saya bilang 'oh ya sudah'. Saya (tak bisa bilang) menghormati," ujarnya.


(mcy/cas)