Copa Dji Sam Soe Indonesia 2005
Kompetisi Tahun Depan akan Lebih Baik
Kamis, 15 Sep 2005 22:07 WIB
Jakarta - Keraguan apakah turnamen Piala Indonesia akan digulirkan kembali di tahun depan terjawab sudah. Sponsor PT HM Sampoerna Tbk tetap akan mempertahankan turnamen Copa Dji Sam Soe Indonesia. Berbagai masalah seperti molornya jadwal, banyaknya kerusuhan antar suporter maupun hal lainnya dianggap Sampoerna sebagai ujian awal di tahun pertamanya. Untuk bisa tahu turnamen ini meraih sukses atau tidak, akan terlihat di tahun-tahun berikutnya, bukan hanya di satu tahun saja. Demikian ungkap Henny Susanto, Product Group Manager PT HM Sampoerna Tbk menjawab pertanyaan wartawan."Copa Dji Sam Soe tetap akan dipertahankan meski ada evaluasi. Dari evaluasi tersebut, kami berharap pada penyelenggaraan musim depan bisa lebih baik. Pasalnya, Copa Dji Sam Soe merupakan turnamen yang prestisius karena melibatkan tim-tim Divisi Utama, I dan II," ujar Henny Susanto di sela-sela penyerahan hadiah untuk pemenang lomba penulisan dan foto jurnalistik di Jakarta, Kamis (15/9/2005). Salah satu persoalan yang menjadi bahan evaluasi adalah jadwal pertandingan Copa Dji Sam Soe Indonesia 2005 yang sering berubah. Diakuinya, jadwal yang sering berubah tentu menyulitkan pihak sponsor terutama ketika hendak melakukan promosi. Tidak hanya sponsor tapi juga PSSI sebagai pihak penyelenggara dan pemain atau klub yang berkepentingan dalam turnamen. "Kami tentu kecewa karena jadwal sering berubah. Tidak hanya kami tapi juga PSSI dan klub merasa kecewa. PSSI juga memahami betul persoalan yang kami hadapi. Bagi kita semua yang penting adalah kepastian jadwal pertandingan," lanjutnya.Meski demikian, Sampoerna sebagai sponsor memahami kendala yang dihadapi PSSI sehingga mereka terpaksa mengubah jadwal pertandingan. "Dengan diselenggarakannya pemilihan kepala daerah (pilkada), pemberangkatan tim nasional ke luar negeri memang mengakibatkan jadwal berubah. Ini menjadi bahan evaluasi dan bersama PSSI, kami selalu berusaha mencari jalan terbaik. PSSI juga memberi banyak masukan yang bermanfaat bagi kami. Dengan demikian, kompetisi tahun depan berbagai ganjalan itu bisa diminimalisasi, sehingga menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya," katanya lagi.Menanggapi munculnya aksi kekerasan dalam beberapa pertandingan, Henny menilai sebagai hal yang wajar. Pasalnya, pertandingan sepakbola selalu menghadirkan penonton berjumlah ribuan sehingga kadang-kadang bisa terjadi gesekan. "Insiden seperti itu sesungguhnya tidak mempengaruhi citra sponsor. Perlu diketahui, sebelum masuk ke sepakbola kami sudah mengadakan riset. Dari hasil riset diketahui adanya insiden kekerasan memang tidak mempengaruhi sponsor. Tapi, semua yang menjadi responden riset menaruh harapan agar sepakbola tidak lagi rusuh sehingga bisa lebih maju. Kami juga berharap tak ada lagi insiden kerusuhan dalam pertandingan sepakbola," tandas Henny. Dijadwalkan kompetisi yang memperebutkan hadiah Rp 1 miliar ini akan menggelar partai final pada 19 November mendatang. Dengan babak delapan besar untuk leg pertama dimulai pada 29 September nanti. (erk/)










































