Keputusan Mundur Sudah Bulat

Bambang DH:

Keputusan Mundur Sudah Bulat

- Sepakbola
Rabu, 21 Sep 2005 11:29 WIB
Keputusan Mundur Sudah Bulat
Surabaya - Keputusan mundur Persebaya Surabaya dari 8 besar kompetisi Liga Djarum telah final. Meskipun pahit, pengurus harus menjatuhkan pilihan tersebut karena kasihan para pendukung yang ada di Jakarta. Demikian dikatakan Walikota Surabaya yang juga ketua umum Persebaya, Bambang DH, saat ditanyakan komentarnya soal keputusan mundur juara bertahan Liga Djarum tersebut."Selama pertandingan ini mereka (pendukung Persebaya) telah mengalami banyak tekanan fisik, ada laporan yang mengatakan mereka banyak yang luka-luka bahkan ada yang hilang," kata Bambang di sela-sela inspeksi mendadak (sidak) harga sembako di Pasar Beras Bendul Merisi, Surabaya, Rabu (21/9/2005).Ditambahkan Bambang keputusan itu juga menghindari adanya keributan yang lebih besar di Jakarta, mengingat situasi politik, ekonomi dan nasional saat ini sudah tidak mendukung. Bambang tidak menolak kalau keputusan itu merupakan instruksi langsungnya setelah menyaksikan pernyataan Forum Betawi Rempug (FBR) di salah satu televisi yang dinilainya sangat menyakitkan. Tetapi dia menepis tuduhan adanya skenario besar di balik mundurnya Persebaya, yang katanya ingin mempermalukan tuan rumah Persija Jakarta, mempermalukan PSSI atau menghindari rasa malu karena peluang Green Force yang tipis."Itu tidak benar. Pengalaman telah membuktikan kita tetap bertarung (fight) sekecil apapun peluangnya. Justru keputusan mundur ini untuk kenyamanan dan keamanan semua pihak agar tak ada lagi korban jatuh seperti yang dialami di Jakarta," imbuh Bambang.Meski demikian Bambang tidak bisa mengingkari adanya kekecawaan yang menyelimuti kubunya. Tetapi dia tidak merasa bersalah karena telah menginstruksikan Persebaya untuk mundur. Malah, dia meminta PSSI melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan Liga Djarum dan segera menggelar munaslub PSSI. "Kekecawaan ini tidak hanya dialami oleh pemain. Saya sendiri juga kecewa karena tim kebanggaan arek suroboyo terpaksa tidak ke final untuk mempertahankan gelar juara. Tetapi saya lebih bangga karena dengan mundurnya Persebaya kepentingan masyarakat luas bisa lebih terjaga," kata Bambang. "Keinginan munaslub itu didasari oleh berbagai pengalaman dan kejadian. Kompetisi ini diwarnai aksi mafia wasit hingga mengorbankan sportifitas. Usul itu sudah saya sampaikan kepada ketua harian Persebaya Haji Susanto," tambahnya. Senada dengan Bambang, Gubernur Jawa Timur, Imam Utomo, juga menyatakan kekecewaan dengan pilihan mundur Persebaya. Tetapi dia masih berharap keputusan itu bisa berubah. "Saya juga kecewa, seharusnya Persebaya tetap bertanding apapun hasilnya, ini kan olahraga jadi saya berharap keputusan itu bisa dicabut," kata Imam saat sidak ke Soponyono Rungkut. Seperti diberitakan sebelumnya Persebaya memutuskan mundur dari 8 besar Liga Djarum atas pertimbangan keselamatan pendukung. Keputusan tersebut disampaikan oleh manajer tim Saleh Mukadar hari Selasa (20/9/2005) sore. Uniknya, keputusan mundur Persebaya tidak diberitahukan kepada PSSI melainkan "dititipkan" kepada SIWO PWI Jaya. Hal itu ditandai dengan penyerahan Piala Presiden pada pimpinan SIWO, Ferry Kodrat. Mereka meminta SIWO memberikan Piala yang mereka rebut tahun lalu itu kepada pimpinan Persija yang juga Gubernur DKI Jaya, Sutiyoso. (mel/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads