sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Minggu, 24 Mar 2019 20:00 WIB

Rencana-rencana Ahmad Syauqi Setelah Jadi Ketua Umum Asprov PSSI DIY

Ristu Hanafi - detikSport
Ahmad Syauqi resmi jadi ketua umum Asprov PSSI Yogyakarta. (Ristu Hanafi/detikSport) Ahmad Syauqi resmi jadi ketua umum Asprov PSSI Yogyakarta. (Ristu Hanafi/detikSport)
Yogyakarta - Kongres Luar Biasa (KLB) Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memastikan Ahmad Syauqi Suratno sebagai ketua umum periode 2019-2023. Batal menjadi calon ketum PSSI?

Syauqi menjadi salah satu sosok yang dijagokan sebagai ketua umum PSSI Pusat bersama Erick Thohir, Muhaimin Iskandar, dan Basuki Tjahaja Purnama. Tapi, dia justru dipastikan memegang jabatan sebagai ketum Asprov PSSI DIY.

Sebagai calon ketum tunggal, Syauqi dipastikan memimpin PSSI Yogyakarta mulai 2019 hingga 2023 lewat Kongres Luar Biasa di Monumen PSSI kompleks Wisma Soeratin Yogyakarta, Minggu (24/3/2019).

"Ow.. enggak, saya enggak (berpikiran maju sebagai Ketum PSSI). Ya apapunlah (ada yang menilai dia layak jadi Ketum PSSI), namanya politik," kata Syauqi, yang ditemui wartawan usai KLB, soal jabatan Ketum PSSI.

"Tahun 2016-2017 kalau tidak salah, tulis di google, Sekjen (PSSI), muncul enggak (nama Syauqi)? Saya ke sana enggak (ke Jakarta)? Saya ada di sini. Sekarang juga muncul itu, cuma mungkin situasi beda antara dulu dengan sekarang. Sekarang saya enggak mau bicara itu," ujarnya.

Kendati menjadi calon ketua umum tunggal, Syauqi sempat nyaris tak terpilih. Dengan 18 suara yang mengikuti KLB, Syauqi mengantongi 10 voters dengan hasil akhir tujuh tidak setuju dan satu abstain.


"Tapi begini, saya balik dengan logika awal tadi, kalau kemarin saya tidak masukkan kesediaan saya (jadi calon ketua Asprov PSSI DIY) kira-kira bagaimana?" ujar dia.

Syauqi awalnya memang tidak mengincar jabatan Ketua Asprov PSSI DIY ini. Sebelumnya, pada tahun 2017 namanya juga diusulkan maju sebagai calon ketua Asprov PSSI DIY namun dia tolak.

Syauqi pun bercerita bahwa kesediannya menjadi calon ketua atas usulan dan hasil diskusi bersama sejumlah pihak setelah di masa akhir pendaftaran jelang KLB, dia mendengar informasi tidak ada satu namapun yang mendaftar sebagai bakal calon ketua. Dia mulai berpikir jika kondisi seperti ini terus, bagaimana nasib persepakbolaan DIY ke depan setelah vakum akibat pembekuan PSSI.

Dari sisi pribadi, Syauqi yang pernah menjabat ketua Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) juga merasa prihatin ada persoalan di tubuh Asprov PSSI DIY berujung KLB atas persetujuan dari PSSI. Dia pun tidak menyangka bakal menjadi calon tunggal dalam KLB ini.

"Jadi saya datang menjadi calon ketua tidak dalam posisi saya meminta. Ketika ada yang tanya ke saya, kenapa (calon) ketuanya cuma satu, wallahualam, wong saya enggak ngatur. Kenapa (calon) wakil ketuanya satu, ya enggak tahu, saya bahkan tak berkomunikasi dengan voters setelah pendaftaran itu," dia menjelaskan.

"Saya lebih nyaman untuk kita diskusi, kapan akademi dibikin, program, kepelatihan, wasit. Saya entah di sini, entah di mana, itu pertimbangan lain, tapi kalau di depan mata anda dihadapkan seperti itu, ditutup pendaftaran tak ada nama lain, cuman satu," dia menambahkan.

Setelah resmi menjadi Ketua Asprov PSSI DIY, Syauqi enggan berpolemik soal rumor jabatan Ketum PSSI maupun persoalan yang berujung dilaksanakannya KLB ini.

"Sekarang khusus mengenai teknik dan manajerial sepakbola, bukan politik. Saya ingin bicara saya ingin segera ini (Asprov PSSI DIY) jalan, ada kegiatan, biar masyarakat DIY bisa bersepakbola lagi, itu dulu," ujarnya.

"Tapi kan saya bukan, tidak bisa melarang siapapun termasuk saya, untuk membuat diskursus di publik mengenai sepakbola Indonesia seharusnya bagaimana, mengenai saran-saran terhadap tim nasional. Kita berdoa semoga sepakbola Indonesia tidak harus separah ini, sehingga harus diselamatkan, sehingga anda (menunjuk wartawan) harus turun langsung," kata dia.

"Politik sepakbola tidak melihat teknik, manajerial, tapi yang dilihat lain, tapi ya itu hak, silakan. Saya pikir niat kita semua tulus, dinamika ada, semoga lancar semuanya. Bahwa saya ingin bangun kebersamaan, kita harus bersama, nggak ada sepakbola maju kalau tidak bersama-sama, lupakan yang kemarin, sekarang maju ke depan, kalau ada masalah kita bahas bersama-sama," kata Syauqi.

Syauqi kembali menyinggung langkah selanjutnya di Asprov PSSI DIY.

"Tugas saya, menurut saya, menyelamatkan ini, hidup lagi, jalan, kenikmatan sepakbola biar menjadi dirasakan semua masyarakat di DIY. Ada yang tanya 'Pak bagaimana dengan Liga 1, Liga 2', lha ini beda, kita asosiasi bukan federasi. Kita persiapan bagaimana usia muda, saya lebih tertarik. Untuk KLB, selesai, sudah, yuk kita berpikir ke depan," ujar dia.

(fem/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed