(a2s/)
Jelang Final Liga Djarum
Siapa Terbaik: Persija atau Persipura?
- detikSepakbola
Jakarta - Hari ini, Minggu (25/9/2005) petang WIB, Liga Indonesia XI, atau yang resminya bertajuk Liga Djarum Indonesia 2005, akan memainkan partai terakhirnya.Dalam laga final di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Persija Jakarta dan Persipura Jayapura akan saling mengalahkan untuk memperebutkan tropi Piala Presiden, sekaligus memastikan siapa di antara mereka tim terbaik di tanah air tahun ini.Final ini bolehlah disebut ideal karena kedua tim adalah juara masing-masing wilayah di babak reguler. Persija menjadi yang terbaik di Wilayah I (Barat), sedangkan Persipura penguasa Wilayah II (Timur).Persija, yang diarsiteki pelatih asal Moldova Arcan Iurie, maju ke final setelah di babak 8 besar memenangi persaingannya dengan PSIS Semarang, PSM Makassar, dan Persebaya -- tim terakhir mundur di laga terakhir sehingga mematikan dua tim lainnya yang sebenarnya masih berpeluang.Statistik Persipura di babak 8 besar sedikit lebih baik ketimbang "Macan Kemayoran" karena selalu menang dari lawan-lawannya. Skuad "Mutiara Hitam" besutan Rahmad Darmawan ini selalu unggul dengan skor 1-0 atas PSMS Medan, Persik Kediri, dan Arema Malang. Sedangkan Persija, selain memperoleh kemenangan WO atas Persebaya, juga sempat ditahan imbang oleh PSIS.Secara teknis kualitas kedua finalis relatif seimbang, namun dengan penekanan berbeda. Persija kuat dalam menyerang. Buktinya, mereka adalah satu dari empat tim terproduktif di babak reguler berkat torehan 42 gol. Adapun Persipura tangguh di lini belakang. Dikomandoi duet bek tim nasional Jack Komboy dan Mauly Lessy, mereka merupakan tim yang paling sedikit kebobolan, yakni 17 gol dari 29 pertandingan.Yang tak kalah menarik, duel ini akan mempertemukan Solossa Bersaudara di tim berbeda. Sang kakak, Ortizan, bakal memotori serangan Persija dari sektor kiri, sedangkan adiknya, Boaz, akan mengobrak-abrik pertahanan lawan sebagai winger kiri Persipura.Pertarungan di lini tengah juga akan sengit. Kapten Persipura Edward Ivakdalam dipastikan menemui lawan sepadan dalam diri Jaldecir "Deca" Dos Santos. Ivakdalam akan ditopang gelandang pekerja keras Marwal Iskandar, sementara Deca ditemani gelandang kawakan Francis Wawengkang.Barisan pertahanan Persija akan bertumpu pada trio bek timnas, yakni Aris Indarto, Hamka Hamzah, dan Charis Yulianto. Merekalah yang bertugas penuh untuk menghadang setiap serangan Korinus Fingkrew dan Christian Lenglolo.Di bawah mistar gawang, kedua tim memiliki kiper tangguh yang notabene masih merupakan yang terbaik di Indonesia. Hendro Kartiko masih piawai bersama Persija, sedangkan Jendri Pitoy tak kalah garang bersama Persipura.Dengan kapasitas teknis kedua finalis, semestinya pertandingan ini bisa menjadi tontonan menarik yang dapat menghibur fans di tanah air. Layaknya final, semoga pertarungan ini bisa mencerminkan pertemuan dua tim terbaik Indonesia, dan bukannya meneruskan "ciri khas" sepakbola nasional yang sarat dengan kontroversi, mulai dari kontroversi mutu wasit, tawuran antarpemain, kekerasan pemain terhadap wasit, anarki penonton terhadap wasit, sampai kerusuhan antarsuporter.Sekadar mengingatkan, sejarah mencatat Persija jauh lebih sering menjadi juara. Di era kompetisi Perserikatan, mereka sudah enam kali keluar sebagai pemenang, yakni di tahun 1954, 1964, 1973, 1975, 1977, dan 1979, plus satu kali juara Liga Indonesia VII (2001). Persipura baru satu kali menjadi juara nasional, yaitu di tahun 1980.Ket foto: Boaz Solossa (kiri) akan berduel dengan kakaknya Ortizan Solossa.
(a2s/)
(a2s/)










































