sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Selasa, 26 Mar 2019 08:54 WIB

Misi Perseru Badak Lampung FC: Menghibur Masyarakat, Tak Numpang Lewat di Liga 1

Amalia Dwi Septi - detikSport
Perseru Badak Lampung, tim baru di Liga 1. (Foto: Istimewa) Perseru Badak Lampung, tim baru di Liga 1. (Foto: Istimewa)
Jakarta - Persepakbolaan Lampung menggeliat dengan hadirnya Perseru Badak Lampung FC. Tim baru ini menjadi hiburan baru untuk masyarakat Lampung.

Perseru Badak Lampung FC muncul setelah Lampung FC mengakuisisi Perseru Serui. Mereka menjelma dengan nama baru di kompetisi musim depan.




Dalam menyambut Liga 1 2019, Perseru Badak Lampung FC sudah melakukan pemusatan latihan di Boyolali, Jawa Tengah dengan mengumpulkan 19 pemainnya. Jan Saragih ditunjuk sebagai pelatih bersama direktur teknik Jaino Matos.

Hadirnya Perseru Badak Lampung FC akan menjadi semangat baru bagi pencinta sepakbola di Lampung. Sebelumnya, tim kebanggaan mereka hanya tampil di Liga 3.

CEO Perseru Badak Lampung FC Marco Gracia Paulo menjelaskan misi utama timnya adalah bisa memberikan hiburan bagi masyarakat Lampung. Tim yang bermarkas di Stadion Sumpah Pemuda itu juga akan berusaha membangun tim secara profesional.

"Untuk tahun pertama ini kami ingin membangun fondasi yang kuat untuk sebuah klub, dengan tata kelola manajemen yang profesional serta menjadikan sepakbola sebagai hiburan rakyat yang dapat dinikmati oleh setiap pecinta sepakbola di Lampung. Sinergi dengan seluruh stakeholder sepakbola di Lampung akan menjadi kuncinya," ujar Marco kepada detikSport, Senin (25/3/2019).

"Dengan nama baru tentunya kami mau ada semangat dan visi baru. Achievement di Liga 1 itu wajib, karena itu core vision kami. Tapi kami juga ingin lebih dari sekadar itu. Kami mau bangun klub dengan dasar yang solid dari keseluruhan aspek, teknis, bisnis, manajemen, teknilogi, sosial agar betul-betul bisa layak disebut klub profesional," imbuhnya.




Untuk urusan prestasi, Marco mengakui semua membutuhkan proses. Tapi dia tetap memiliki target timnya bisa bersaing dengan klub-klub Liga 1 lainnya.

"Yang pasti kami tidak mau numpang lewat saja di Liga 1. Kami berkomitmen untuk membentuk tim yang kuat dan solid untuk bisa jadi penantang kuat bagi tim-tim lain di Liga 1," katanya.

"Tentunya semua dilakukan dengan bertahap. Tapi slogan: 'yang penting tidak degradasi' bukan menjadi filosofi kami," tegas Marco.

Sebelum diakuisisi, Perseru sempat terseok-seok di papan bawah klasemen. Mereka akhirnya sukses menyelamatkan diri dari zona degradasi dengan menempati posisi 14 klasemen Liga 1 2018. (ads/raw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed