PSIS Juara Tiga

Liga Djarum Indonesia

PSIS Juara Tiga

- Sepakbola
Minggu, 25 Sep 2005 17:51 WIB
PSIS Juara Tiga
Jakarta - PSIS Semarang menyelesaikan kompetisi Liga Indonesia XI sebagai juara tiga. Pada pertandingan terakhirnya melawan PSMS Medan, pasukan "Mahesa Jenar" menang tipis 2-1.Hery Salisbury menjadi penentu kemenangan PSIS lewat golnya di babak kedua, yang merupakan gol terakhir pada laga yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (25/2005).Di babak pertama kedua kesebelasan bermain sama kuat 1-1. M. Ridwan membuka skor buat PSIS di menit 12 sebelum disamakan oleh Alcidio Eleitas lewat tendangan penalti.Pertarungan antarkedua kesebelasan berlangsung dalam tempo sedang. Setelah sebentar saling menjajaki lawan, baik PSIS maupun PSMS mencoba bermain terbuka dengan silih berganti melakukan serangan.Gol pertama PSIS lahir dari serbuan kapten Emmanuel de Porras dari sektor kanan pertahanan lawan. Sampai di garis belakang kotak penalti, ia melepaskan umpan silang datar ke tengah.Striker Indriyanto Nugroho yang ditempel seorang bek PSMS dengan jeli melihat M. Ridwan menyongsong dari second line. Gerakan tanpa bola mantan pemain Primavera itu berhasil membuka ruang kosong buat rekannya itu. Dengan leluasa Ridwan menyambar bola dan melesakkannya ke gawang Joice Sorongan.Lima menit kemudian PSIS kembali menggempur pertahanan PSMS. Namun serangan yang dibangun De Porras menjadi sia-sia karena penyerang asal Paraguay terlalu bernafsu untuk langsung membidik bola ke gawang. Hasilnya, tendangannya tak terarah dan lemah.Di menit 21 PSMS berhasil menyamakan skor menjadi 1-1. Didahului tendangan Eleitas dari luar kotak penalti, kiper PSIS I Komang Putra gagal menangkap bola dengan sempurna.Bola muntah diburu Alejandro Tobar. Komang pun bergerak cepat, namun sergapannya malah menubruk kaki Tobar. Tak ampun, wasit Jimmy Napitupulu dengan tepat mengganjar PSIS dengan hukuman penalti. Sang algojo, Eleitas, mampu memperdaya Komang dan merayakan golnya itu dengan mencopot sepatu kanannya, lalu menggunakannya seolah-olah barang itu adalah sebuah telepon genggam.Di babak kedua permainan PSMS mulai merosot, sementara PSIS terus menggencarkan serangannya. Tim asuhan Bambang Nurdiansyah ini berkali-kali memaksa barisan belakang PSMS berjibaku mengamankan wilayahnya.Di menit 59 sebuah umpan silang Anthoni Jonnah Ballah dapat ditanduk dengan pas oleh Abdoulaye Djibril, namun bola masih bisa diamankan Joice Sorongan. Lima menit kemudian Joice kembali menyelamatkan gawangnya dengan menjinakkan tendangan bebas Hery Salisbury.Namun free kick kedua Hery di menit 77 gagal ia hadang. Berdiri agak ke depan, Joice tampaknya tidak mengira bahwa gelandang PSIS itu langsung mengarahkan tembakannya ke gawang.Alhasil, meski sudah berusaha melompat tinggi-tinggi, ia tak mampu menjangkau bola yang terus melewati atas kepalanya dan bersarang di jala. PSIS unggul 2-1, dan skor tersebut bertahan hingga bubaran.Dengan hasil ini maka PSIS, juara Ligina V, berhak mengantongi hadiah uang pembinaan sebesar Rp 250 juta. PSMS, yang terakhir kali menjadi juara nasional pada masa Perserikatan di tahun 1985, harus puas menduduki tempat keempat, tapi tanpa hadiah uang. (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads