ADVERTISEMENT

Final Liga Djarum Indonesia

Tekuk Persija 3-2, Persipura Juara

- Sepakbola
Minggu, 25 Sep 2005 21:22 WIB
Jakarta - Penantian panjang Persipura Jayapura untuk menjadi tim terbaik di tanah air berakhir sudah setelah tim "Mutiara Hitam" ini tampil sebagai juara Liga Djarum Indonesia 2005.Pada pertandingan final di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (25/9/2005), Persipura berhasil mengalahkan Persija Jakarta dengan skor 3-2 lewat perpanjangan waktu dengan sistem silver goal.Kemenangan tim besutan Rahmad Darmawan ditentukan pemain pengganti Ian Kebes di menit 112, setelah selama 90 menit kedua kesebelasan bermain sama kuat 2-2.Bagi Persipura inilah sukses pertamanya dalam kurun waktu 25 tahun, setelah pada tahun 1980 menjuarai kompetisi Perserikatan, yang notabene merupakan satu-satunya gelar nasional yang pernah dimenangi tim dari kawasan paling timur Indonesia itu.Sementara Persija gagal mengikuti jejak Persebaya Surabaya sebagai tim yang mampu dua kali menjuarai Liga Indonesia, setelah kompetisi amatir dan galatama dilebur menjadi satu mulai tahun 1994. Tim berjuluk "Macan Kemayoran" terakhir kali masuk final pada Ligina VII tahun 2001. Saat itu mereka berhasil menundukkan PSM Makassar dengan skor 3-2.Jalannya pertandinganLaga yang dipimpin wasit Purwanto ini berjalan cepat di menit-menit awal. Kedua tim bermain terbuka dengan melakukan serangan silih berganti. Shot on goal pertama dilakukan gelandang Persipura Marwal Iskandar yang tendangan kerasnya masih bisa dijinakkan kiper Persija Hendro Kartiko.Meskipun sedikit lebih ditekan, namun pada menit kesembilan Persija berhasil mencetak gol. Bermula dari umpan terobosan Fatecha yang meneruskan operan Lorenzo Cabanas, Agus Indra lolos dari perangkap offside dan dengan mudah menaklukkan penjaga gawang Persipura Jendri Pitoy.Keunggulan Persija hanya bertahan tujuh menit sebelum bintang Persipura Boaz Solossa menyamakan kedudukan. Gol tersebut berawal dari umpan Christian Lenglolo kepada Christian Warobay yang sebenarnya berniat menendang langsung ke arah gawang. Namun bola terlalu melebar. Boaz yang berdiri di tengah kotak penalti berhasil menyambar bola untuk menaklukkan Hendro.Gol itu tampak membangkitkan kepercayaan diri anak-anak Papua. Lini tengah berhasil mereka kendalikan berkat penampilan gemilang kapten Edward Ivakdalam dan Marwal. Keadaan ini dibaca oleh pelatih Persija Arcan Iurie. Di menit 21 ia menarik keluar sang pencetak gol, Agus Indra -- yang juga tampak cedera -- dan memasukkan gelandang kawakan Francis Wawengkang.Penampilan Persija baru meningkat lumayan drastis di babak kedua. Francis lebih berani naik membantu Cabanas untuk menyuplai bola kepada duet penyerang Fatecha dan Roger Batoum. Hasilnya terlihat di menit 54. Dari sisi kiri pertahanan Persipura, Batoum melepaskan umpan silang ke mulut gawang. Francis yang luput dari penjagaan bek-bek lawan menyambut bola dengan tendangan kaki kiri setengah voli yang tak kuasa dibendung Pitoy. Persija berbalik unggul 2-1.Mulai satu jam pertandingan kedua tim tampak mulai kehabisan tenaga. Persipura pun selalu menemui kesulitan untuk mencari gol tambahan guna menyamakan kedudukan.Memasuki menit 82 Persipura memperoleh hadiah sepak pojok. Dilakukan Ivakdalam dengan kaki kirinya, bola lambung disundul dengan cantik oleh pemain pengganti Korinus Fingkreuw. Jebollah jala Persija, skor pun menjadi 2-2, yang bertahan sampai menit 90.Di masa extra time permainan berjalan semakin lamban seiiring dengan terkurasnya stamina para pemain dari kedua kesebelasan, sampai akhirnya Persipura memperoleh kesempatan emas lewat tendangan sudut Ivakdalam di menit 112.Kali ini sang kapten mengirim bola ke sudut jauh. Ian kebes, kendati ditempel seorang pemain lawan, berhasil menjulurkan kakinya dengan cepat untuk menyambut bola, yang sempat membentur tiang gawang sebelum akhirnya bergulir ke dalam jala Hendro. Di sisa tiga menit Persija tak mampu menuai gol lagi. Karena memakai sistem silver goal, maka babak tambahan kedua tidak diperlukan lagi dan Persipura pun tampil sebagai juara.Keterangan foto: Kapten Persipura Edward Ivakdalam mengangkat Piala Presiden (Dikhy Sasra/detikcom).

(a2s/)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT