Selalu ada Persebaya dalam cerita Andik di dunia sepakbola. Klub kebanggaan kota Surabaya itu adalah tempat Andik mengenal sepakbola dan memulai karier profesionalnya.
Andik sempat membela Persebaya 1927, yang dikelola PT Persebaya Indonesia untuk tampil di kompetisi Liga Primer Indonesia (IPL) pada tahun 2012. Setahun berikutnya klub yang dibelanya itu disanksi PSSI karena dianggap tampil di kompetisi ilegal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PSSI kemudian mengesahkan Persebaya bentukan PT Mitra Muda Inti Berlian (MMIB) yang tampil di Liga Super Indonesia (ISL). Andik yang menolak bergabung dengan Persebaya 'tandingan' memutuskan hijrah ke Selangor FA pada 1 Desember 2013.
Setelah meninggalkan Selangor FA, Andik dikabarkan bakal balik ke Persebaya. Jalannya untuk pulang ternyata rumit dan berujung masalah antara agen Andik dan manajemen klub.
Kini Andik main untuk Madura United. Dia dipertemukan dengan Persebaya sebagai lawan di semifinal Piala Presiden. Andik diajak bernyanyi Song For Pride di akhir laga oleh Dutra. Tangis Andik pun pecah.
"Saya tahu dia sepertiku. Dia mencintai Persebaya juga," tulis Dutra di akun Instagram pribadi.
"Makanya, sebagai teman lama yang sudah bermain sama-sama di Persebaya dan Timnas Indonesia, saya mengajak dia untuk ikut menyanyikan Song For Pride. Saya bisa melihat dia sampai menangis. Ini saya jelaskan karena ada banyak orang yang bertanya kenapa saya mengajaknya," jelas Dutra.
Selain Dutra, ada pula Misbakus Solikin yang meminta Andik untuk nyanyi bersama.
(ran/mrp)











































