Persegi Tak Datang, Arema "Tertipu"

Dji Sam Soe Copa Indonesia

Persegi Tak Datang, Arema "Tertipu"

- Sepakbola
Kamis, 29 Sep 2005 23:44 WIB
Persegi Tak Datang, Arema Tertipu
Badung - Kembali insiden memalukan terjadi di sepakbola Indonesia. Partai Arema Malang vs Persegi Ginayar tidak digelar setelah Persegi, panpel dan perangkat pertandingan tak datang ke tempat digelarnya leg pertama partai perempat final Dji Sam Soe Copa Indonesia 2005. Menurut pihak Arema, Persegi sengaja melakukan tindakan tak terpuji ini untuk menghalang-halangi lawannya buat melakukan pertandingan. Arema pun merasa 'ditipu' karena sudah datang dan siap bertanding."Persegi sangat tidak pantas melakukan tindakan itu karena jelas itu melanggar fair-play," ujar Sekretaris Umum Arema Malang Satrija Wibawa ketika dihubungi wartawan di Gianyar, Kamis (29/9/2005).Menurut keterangan Satrija, apa yang dilakukan pihak Persegi tampaknya bagian dari rekayasa untuk menjatuhkan moril para pemain Arema sehingga mereka tidak datang ke stadion agar Persegi dinyatakan sebagai pemenang dari pertandingan pertama babak perempat final Copa Dji Sam Soe itu."Saya sudah melaporkan kejadian ini kepada Sekjen PSSI Nugraha Besoes dan juga Direktur Eksekutif PSSI Andi Darussalam Tabusala. Pak Nugraha berjanji akan segera memanggil pihak Persegi," kata Satrija.Dari penjelasan Satrija, pihak Persegi sejak awal tampaknya mencoba melakukan berbagai cara untuk meruntuhkan moral tim Arema. Mereka juga tidak melakukan pertemuan tehnik atau manajer metting yang menjadi standar pertandingan sepakbola. Undangan pertemuan tehnik itu memang sudah dibuat, tetapi pihak Persegi sengaja tidak memberikannya kepada pihak Arema.Menurut keterangan Satrija, LO (liaison officer) Persegi yang bernama H. Agus Salim datang ke tim Arema dan mengabarkan bahwa dia dilarang oleh pengurus Persegi untuk menyerahkan undangan technical meeting. H.Agus Salim bahkan diminta sampaikan pesan ketua umum Persegi H. Gagah Hadi Putra bahwa tuan rumah tidak melakukan penjemputan tim ke Stadion Depta sore ini untuk mengantisipasi adanya kerusuhan dan sikap brutal dari penonton yang kecewa."Kubu Persegi juga menyatakan kalau kemudian Arema tetap datang ke stadion, maka dia tidak menjamin akan adanya tindakan anarkis dari penonton," cerita Satrija.Kubu Arema sendiri tetap memutuskan untuk datang ke Stadion Depta dengan kendaraan lain dan sampai pukul 16.30 WITA atau pukul 15.30 WIB sambil menunggukedatangan tim Persegi. Ternyata, hanya enam orang Persegi yang datang keStadion Depta."Yang saya dengar, 16 pemain Persegi lainnya memang menolak bertanding sebelum manajemen membayar 10 persen uang kontrak mereka," kata Satrija.Satrija juga menjelaskan tindakan tak terpuji pengurus Persegi lainnya adalah dengan mengabarkan kepada Pengawas Pertandingan yang asal Makassar bahwa pertandingan dibatalkan, oleh karena itu PP tersebut dan juga wasit tak jadi datang. (mel/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads