sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Selasa, 30 Apr 2019 17:15 WIB

Tudingan Korupsi di PSSI Bikin Sponsor Pikir-Pikir Suntikkan Dana Besar ke Liga 1

Mercy Raya - detikSport
Foto: Mindra Purnomoe/detikSport Foto: Mindra Purnomoe/detikSport
Jakarta - Negosiasi PT Liga Indonesia Baru (LIB) dengan sponsor Liga 1 2019 belum tuntas, meskipun kickoff dua pekan lagi. Dugaan pengaturan skor dinilai sebagai salah satu alasan sponsor enggan mendukung PSSI.

Kickoff Liga 1 dilaksanakan 15 Mei, mundur sepekan dari rencana semula. PT Liga Indonesia (PT LIB) menyebut kesulitan mendapatkan perizinan dari kepolisian. Selain itu, PSSI mengakomodasi permintaan sponsor.

Tapi, PT LIB belum dapat membeberkan sponsor yang dimaksud. Mereka membutuhkan waktu sepekan lagi untuk merilisnya.

Penulis buku Millenials Kill Everything, yang juga pemerhati komunikasi marketing, Yuswohadi, menilai Liga 1 2019 seharusnya mudah mendapatkan sponsor karena memiliki massa bessar. Tapi, perusakan citra oleh pengurusnya sendiri membuat sponsor enggan mendekat. Jika pun mau mendanai, uang yang digelontorkan tidak akan berjumlah banyak.

"Karena, ini masalah branding. Jadi penyelenggaraan liga itu brand. Ketika brand-nya bagus maka harganya akan tinggi. Tapi, ketika brand-nya jelek maka harganya bakal rendah," ujar Yuswohadi, Selasa (30/4/2019).


"Kuncinya, pembentuk brand-nya adalah bagaimana si penyelenggara ini mendatangkan massa, itu pasti si brand sudah punya ukuran-ukuran. Gampangannya, kalau rendah trafiknya, otomatis sponsor harganya tak mau tinggi-tinggi (harganya). Jadi, ini mekanisme pasar saja," ujar dia.

"Mungkin tak hanya alasan bisnis saja, tapi yang mau sponsor juga jika melihat kelembagaannya korupsi begini kan jadi tak percaya.Perusahaan dianggap mendukung lembaga yang korupsi tidak mau kan? Jadi image di liga itu ketika jelek akan terbawa ke brand. Sementara sponsor hati-hati dengan brand. Jadi, itu sebenarnya kayak co-branding," dia menjelaskan.

"Liga itu brand loh, jangan dianggap hanya perlombaan sepakbola saja. PSSI juga brand, kelembagaan itu brand," ujarnya.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed