sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Selasa, 30 Apr 2019 17:43 WIB

Jika Liga 1 Nol Sponsor Sampai Kickoff, Ini Saran untuk PT LIB

Mercy Raya - detikSport
Ilustrasi Liga 1 (Risky Andrianto/Antara)
Jakarta - PSSI bertanggung jawab menggulirkan Liga 1 2019, meskipun jika PT Liga Indonesia Baru (LIB) gagal mendapatkan sponsor. Bagaimana caranya?

Negosiasi Liga 1 2019 belum tuntas, kendati kickoff dua pekan lagi. PT LIB diminta tak lepas tangan.

Pemerhati branding dan pemasaran, Yuswohady, menyarankan PSSI agar bisa memanfaatkan koneksi anggota pengurus jika sampai kickoff tak bisa mendapatkan sponsor.

"Ini kan masalah reputasi, masalah brand, jadi memang baliknya enggak cepat," kata Yuswohady kepada detikSport, Selasa (30/4/2019).

"Karena, kalau pakai mekanisme pasar, branding, secara logika pasti tak mau. Contoh saja Traveloka, brand-nya brand mereka sangat hati-hati sekali. Dia ingin kerjasama dengan siapa hati-hati banget karena (salah-salah) bisa malah merusak brand dia," ujarnya.


"Jika sudah tidak bisa juga (pakai koneksi) maka Kemenpora harus turun tangan. Karena ini harus ada yang manting, enggak bisa dibiarkan, agar liganya jalan lagi jadi prakteknya harus diperbaiki. Dari situ pelan-pelan brand akan terbentuk lagi," katanya.

Yuswohady optimistis dengan diputarkan kembali liga dengan tata cara yang benar maka dalam setahun atau dua tahun kepercayaan pasar terhadap sepakbola bakal pulih.

"Saya kira kalau itu mutar lagi dan berjalannya benar, saya kira setahun dua tahun akan pulih. Karena sepakbola ini massanya besar dan banyak orang suka sepakbola, jadi secara brand itu, jika dikelola organisasi yang benar, brand pasti mau," ujarnya.

Tidak masalah liga bergulir tanpa title daripada liga tidak berjalan. "Terpaksa begitu. Itu kondisi terbaik di antara terjelek. Kalau tak ada satu nama otomatis tak ada batang akar pun jadi sambil pelan-pelan ditingkatkan. Karena memang tak bisa langsung sempurna. Artinya, sponsor tak banyak, penonton tak banyak, karena image skor diatur. Tapi sekali dua kali, ketiga kali pasti akan pulih."

Ketua Umum PSSI Jangan Dibiarkan Kosong

Hal lainnya yang juga disoroti Yuswohady adalah keberadaan pemimpin pengurus yang juga harus cepat dibentuk.

"Jika itu belum dituntaskan akan susah. Kalau mau kerja kan pengurusnya ada dulu, bisa jadi saya takutnya libur jika pengurus tak ada panitianya tidak ada. Menurut saya tantangan di depan mata ya mewujudkan pengurus baru, baru betul dan kredibel," dia mengatakan.

"Selama itu enggak terwujud agak sulit karena reputasi itu jantungnya ada di pengurus. Yang melakukan penyimpangan pengurus juga kan, jadi pengurus yang baru harus clean dan sponsor harus diyakinkan bahwa pengurus yang baru ini clean," ujar penulis buku MIllenials Kill Everything itu.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com