sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Minggu, 05 Mei 2019 00:25 WIB

KPSN Klaim Didukung Pemerintah, Ini Kata Semenpora

Mercy Raya - detikSport
Foto: Mercy Raya/detikSport Foto: Mercy Raya/detikSport
Jakarta - Komite Perubahan Sepakbola Nasional (KPSN) mengklaim didukung pemerintah. Apa respons Kemenpora?

KPSN menggelar pertemuan dengan voters PSSI yang mendukung percepatan kongres untuk memilih ketua umum dan komite eksekutif PSSI di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (4/5/2019). Mereka bahkan mengklaim jika langkah tersebut didukung oleh Kemenpora.

"Saya kira banyak ya. Bisa dilihat di media, baik itu pimpinan legislatif saya baca lebih dulu malah. Saya kira itu suatu energi positif bagi kita semua. Seorang pemimpin legislatif mendukung perubahan sepak bola. Jadi kami sudah, dan pemerintah pasti mendukung," kata Ketua KPSN, Suhendra Hadikuntono, usai jumpa pers.


"Komunikasi dengan Kemenpora? Kita juga harus memahami bahwa pemerintah menghargai dan sudah benar memposisikan dirinya mereka tak ingin mencampuri lebih jauh masalah PSSI. Mereka juga sadar PSSI sedang, ibarat penyakit sedang melakukan penyembuhan dirinya sendiri, itu yang kita lakukan sekarang," ujar dia.

"Saya kira (Kemenpora) pasti tahu," dia mempertegas.

Ketika dikonfirmasi kepada Sekretaris Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, mengakui jika pernah kedatangan KPSN. Bahkan, pertemuan hari ini antara voters dan KPSN, dia juga diundang.

"Kami pernah kedatangan tapi bukan berarti mendukung. Ini clear ya, tolong digarisbawahi. Kami tak ingin berpihak kemana-mana. Pertemuan tadi pun sebenarnya kami diundang tapi kami tidak mau datang. Mereka mau audiensi dan saya tak mau terima. Naga-naganya interaksi saja diklaim bisa memberi dukungan jadi saya minta bantuan media, tidak ada dukungan apapun dari Kemenpora," kata Gatot terpisah.

Tapi, Gatot mendukung jika isu perdebatan KLB agar tidak menggantung.

"Ya kalau isu perdebatan KLB kami setuju. Jangan sampai gantung seperti itu. Tapi prosedurnya harus melalui mekanisme PSSI karena kami tidak ingin kemudian dianggap membuat tandingan-tandingan tersendiri," ujar dia.

"Tetap harus berkoordinasi dengan PSSI kalau tidak kami dianggap menambah konflik di PSSI, lalu kedua kami juga bisa dianghap intervensi. Itu lah sebabnya kami tidak ingin emmbuat konflik-konflik tandingan. Sudah lelah. Komunitas bola kita sudah lelah dengan tandingan-tandingan sepakbopa seperti itu.

"Jadi (tetap) harus inline dengan PSSI," Gatot menyarankan.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com