sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Rabu, 08 Mei 2019 14:15 WIB

PSSI sedang Krisis, Kenapa Pemilihan Ketua Umum Tidak Dipercepat?

Amalia Dwi Septi - detikSport
Persipura Jayapura saat mengalahkan PSM Makassar. (Anis Efizudin/foc/Antara) Persipura Jayapura saat mengalahkan PSM Makassar. (Anis Efizudin/foc/Antara)
Jakarta - Persipura Jayapura menilai ada kejanggalan dalam penetapan kongres pemilihan ketua umum PSSI pada Januari 2020. Dia menyarankan agar kongres dipercepat agar PSSI lebih mudah mengembalikan kepercayaan publik.

PSSI krisis pemimpin setelah Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Joko Driyono dijerat dakwaan perusakan barang bukti dugaan pengaturan skor. Selain Jokdri, sapaan karib Joko Driyono, 15 tersangka lain pada kasus dugaan pengaturan skor diamankan Satgas, termasuk anggota komite eksekutif dan komisi disiplin PSSI.

Klub pun mendesak agar PSSI menggelar kongres pemilian ketua umum. Tapi, PSSI, yang berpatokan kepada Statuta, memutuskan untuk menggulirkan KLB lebih dulu pada 13 Juli, untuk membahas revisi statuta PSSI, revisi kode pemilihan PSSI, serta memilih anggota baru untuk komite pemilihan serta komite banding pemilihan. Kemudian, dilanjutkan kongres pemilihan pada Januari 2020.

Asisten Manajer Persipura, Bento Madubun, menilai seharusnya kongres pemilihan ketua umum bisa dilakukan lebih cepat. PSSI seharusnya mendukung langkah Satgas Anti Mafia Bola untuk bersih-bersih.


"Kalau bisa cepat kenapa harus lama? Exco memang sudah memutuskan, tapi kami pikir begitu kalau bisa cepat kenapa harus lama?" ujar Bento di Jakarta, Rabu (8/5/2019).

"Kami bicara upaya pembuktian kepada publik bahwa kami ingin bersih. Ingin sepakbola kami bersih, baik. Hal paling utama adalah apa yang sudah dilakukan Satgas harus ditindaklanjuti. Caranya bagaimana? Apa yang menurut Satgas tidak beres di dalam, mari kami bersihkan," ujar dia.

"Kami merasa aneh dengan latar belakang hiruk-pikuk setelah Satgas pikiran kami ini mau bersih-bersih ternyata kan tidak. Ini jalan terus. Dalam benak kami muncul ada yang sedang berusaha melanggengkan kekuasaan kan jadi gitu. Kalau benar gitu kami sayangkan. Semoga dugaan kami tidak benar. Kalau benar kami sayangkan. Jangan karena kekuasaan kami korbankan yang lain. Jangan sampai aparat tersinggung," tutur dia.

Bento juga menilai pelaksanaan kongres pemilihan ketua umum PSSI yang lebih cepat juga menjadi respons positif kepada kepolisian.

"Bisa Jadi akan seperti itu. Akan berkembang di situ. Tapi, kami harus tunjukkan polisi sudah melakukan tugas-tugas mereka. Mari kami sambut itu dengan dipercepat. Kalau kami tidak melakukan itu, menurut kami sama saja kami menghina polisi. Orang sudah berusaha membersihkan rumah kami loh. Rumah kami dibersihkan sama orang kami sendiri ngotorin ya tersinggung dong orangnya. Jangan sampailah," kata dia.

"Persoalan kami sekarang, sepakbola Indonesia terbentur pada trust dan persepsi. Ada persepsi buruk masyarakat dan kepercayaan masyarakat yang hilang terhadap sepakbola ini. Karena apa yang baru saja dikuak oleh Satgas membuka mata semua orang. Ini yang harus kami bereskan. Caranya, tidak ada jalan lain secepat mungkin kami bersihkan," katanya menegaskan.

(ads/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com