sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Rabu, 08 Mei 2019 15:47 WIB

One on One

Rahmad Darmawan Dihantui Kekalahan di Final SEA Games 2011

Yanu Arifin - detikSport
Rahmad Darmawan menyesali medali perak SEA Games 2011. (Grandyos Zafna/detikSport) Rahmad Darmawan menyesali medali perak SEA Games 2011. (Grandyos Zafna/detikSport)
Bogor - Rahmad Darmawan nyaris membawa Timnas Indonesia mencetak sejarah dengan menjuarai SEA Games 2011. Tapi, mereka kalah dan membuatnya terpukul berat.

Delapan tahun lalu, RD diminta memimpin Timnas Indonesia berlaga di SEA Games 2011. Ia menggantikan Alfred Riedl saat itu.

Saat itu, tim yang dibesut RD dihuni pemain-pemain top seperti Kurnia Meiga, Andritany Ardhiyasa, Egi Melgiansyah, Okto Maniani, Andik Vermansah, Ferdinand Sinaga, Titus Bonai hingga Patrich Wanggai.

Di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Timnas Indonesia U-23 tampil trengginas sejak fase grup. Garuda Muda besutan RD menang telak atas Kamboja 6-0, Singapura 2-0, dan Thailand 3-1. Di semifinal, Vietnam pun ikut dilibas 2-0.


Sampai akhirnya, kiprah Indonesia dihentikan Malaysia di final. Tuan rumah tumbang lewat adu penalti, setelah berimbang 1-1. Indonesia gagal mengulang sukses SEA Games 1991.

RD kecewa berat dengan kekalahan itu. Ia sampai tak bisa tidur memikirkan hasil negatif yang amat menyakitkan itu.

"Ketika kita di final SEA Games 2011, kalah adu penalti dengan Malaysia, itu membuat saya sulit tidur untuk beberapa hari. Saya seperti tidak yakin dengan hasil itu karena sejujurnya itu momen paling besar yang bisa kita buat," ujar RD kepada detikSport.

"Kita bisa saja membuat sejarah dengan menjadi juara SEA Games, tapi akhirnya kita harus gagal karena kalah adu penalti dengan Malaysia," pria yang kini melatih PS TIRA Persikabo itu membagikan kekesalannya.

(yna/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com