sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Senin, 17 Jun 2019 22:07 WIB

Didenda PSSI Rp 175 Juta, PSIS Siagakan Kamera di Tribune

Angling Adhitya Purbaya - detikSport
Yoyok Sukawi, CEO PSIS Semarang (Eko Susanto/detikSport) Yoyok Sukawi, CEO PSIS Semarang (Eko Susanto/detikSport)
Semarang - PSIS Semarang mendapatkan sanksi denda sebesar Rp 175 juta dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. PSIS akan mengantisipasi agar penyebab sanksi tidak terulang.

Lewat akun Instagram @psisofficial dijelaskan sanksi lengkap dengan foto surat keputusan PSSI yang ditandatangani Ketua Komite Disiplin PSSI, Asep Edwin Firdaus. Dalam captionnya, PSIS menuliskan:


PSIS Didenda 175 Juta

Menginjak pekan kelima kompetisi Shoppee Liga 1 2019, PSIS mendapatkan denda dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI terkait tingkah laku buruk suporter.

PSSI mengirimkan dua salinan keputusan (SK) kepada PSIS. SK pertama dengan nomor 011/L1/SK/KD-PSSI/VI/2019 terkait pelanggaran yang dilakukan pada laga PSIS Vs Persija Jakarta. Oknum suporter PSIS dan Persija di tribun barat kedapatan saling melempar botol.

Selain sanksi pelemparan botol, ada juga kembang api yang dinyalakan. Menurut laporan dari General Coordinator (GC), penyalaan kembang api dilakukan di tribun selatan timur, merembet ke tengah, dan barat selatan.

Akibat dua pelanggaran di laga kontra Persija, PSIS harus membayarkan denda sebesar 100 juta rupiah. SK kedua yang dikirimkan oleh PSSI dengan nomor 016/L1/SK/KD-PSSI/VI/2019, terkait tingkah laku buruk suporter, terjadi pada laga Persebaya Vs PSIS.

Dalam surat tersebut, oknum suporter PSIS kedapatan melemparkan botol ke dalam lapangan. Akibatnya, 75 juta harus dibayarkan oleh PSIS. Total denda yang harus dibayarkan yakni 175 juta rupiah.

Tentu saja, hal tersebut sangat merugikan PSIS. Karenanya, pihak PSIS menghimbau, para suporter untuk menaati peraturan yang ada sehingga klub kebanggaan masyarakat Semarang bisa menghindari sanksi-sanksi lain di pertandingan selanjutnya.

#PSIS

[Gambas:Instagram]

CEO PSIS, A S Sukawijaya atau Yoyok Sukawi, mengatakan telah menyiapkan langkah antisipasi dengan sudah mengevaluasi dua pertandingan kandang saat menjamu Kalteng Putra dan Persija. Langkah antisipasi pertama yaitu panitia pelaksana mendokumentasikan video di setiap tribune.

"Pertama, panpel nanti wajib membuat rekaman di masing-masing tribun. Jadi, nanti ketahuan sebenarnya ada pelemparan atau tidak dan bisa jadi bahan bukti kami," kata Yoyok kepada wartawan, Senin (17/6/2019).

Langkah kedua, yaitu rencana pembentukan tim untuk menyapu pedagang yang menjual air mineral dalam botol di tribun. Langkah tersebut merupakan usulan dari suporter yang resah.

"Kan, memang tidak boleh ada botol yang masuk ke tribun. Akan sweeping lebih ketat," ujar Yoyok.

Terkait peristiwa yang dilakukan oknum supporter, Yoyok juga menyayangkan tindakan tersebut. Bahkan Yoyok mengajak supporter iuran membayar denda tim berjuluk Mahesa Jenar itu.

"Kami menyayangkan adanya pelemparan botol dan penyalaan kembang api yang dilakukan pada pertandingan tersebut. Ayo, sekarang supporter iuran untuk bayar denda," ujarnya seperti dikutip dari akun Instagram PSIS.

(alg/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed