sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Selasa, 25 Jun 2019 23:04 WIB

Tuntutan terhadap Terdakwa Mafia Bola Dianggap Terlalu Ringan

Uje Hartono - detikSport
Tersangka kasus mafia bola di Kejaksaan Negeri Banjarnegara. (Foto: Uje Hartono/Detikcom) Tersangka kasus mafia bola di Kejaksaan Negeri Banjarnegara. (Foto: Uje Hartono/Detikcom)
Banjarnegara - Tuntutan untuk terdakwa kasus mafia bola dianggap terlalu ringan. Tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum dinilai tidak sebanding dengan dampaknya.

Sidang tuntutan 6 terdakwa mafia bola digelar di PN Banjarnegara, Senin (24/6/2019). Dalam tuntutannya, Jaksa menuntut 3 tahun penjara untuk terdakwa Priyanto dan Anik Yuni Artika Sari.

Sedangkan Johar Lin Eng dituntut 2 tahun penjara dan Dwi Irianto alias Mbah Putih beserta Nurul Safarid dan Masyur Lestaluhu dituntut 18 bulan penjara.

"Tuntutan terhadap terdakwa mafia bola yang disidangkan di Pengadilan Negeri Banjarnegara ini teralu ringan. Ini tidak sebanding dengan merosotnya prestasi sepakbola Indonesia," kata kuasa hukum pelapor kasus mafia bola Lasmi Indaryani, Boyamin Saiman melalui sambungan telpon, Selasa (25/6).




Menurutnya, tuntutan kepada terdakwa mulai 18 bulan hingga 3 tahun tidak sebanding dengan gegap gepita pembentukan satgas mafia bola. Tuntutan tersebut dianggap sama dengan kasus pencurian biasa.

"Ini tidak sebanding dengan gegap gempitanya pembentukan satgas mafia bola. Pencuri dan jambret juga sering dituntut kisaran itu," ujarnya.

Sementara, pelapor kasus mafia bola Lasmi Indaryani menambahkan, hukuman bagi terdakwa mestinya bisa membuat efek jera bagi mafia bola lainnya. Sehingga, harapannya sepakbola Indonesia akan lebih baik lagi.

"Saya sebenarnya berharap agar hukuman ini bisa jadi efek jera untuk mafia bola lainnya. Mudah-mudahan majelis hakim dapat memutuskan yang seadil-adilnya," kata dia.


(cas/ran)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com