sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Senin, 08 Jul 2019 07:41 WIB

Pria Bawa Pistol di Laga Madura United vs PSM Makassar

Yanu Arifin - detikSport
Laga Madura United vs PSM Makassar di leg kedua semifinal Piala Indonesia. (Foto: Saiful Bahri/ANTARA FOTO) Laga Madura United vs PSM Makassar di leg kedua semifinal Piala Indonesia. (Foto: Saiful Bahri/ANTARA FOTO)
Pamekasan - Laga Madura United vs PSM Makassar di semifinal Piala Indonesia berjalan panas. Di akhir laga, tahu-tahu seorang pria menunjukkan pistolnya di pinggir lapangan.

Madura United menjamu PSM Makassar di Stadion Ratu Gelora Pamelingan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Minggu (7/7/2019), dalam leg kedua semifinal Piala Indonesia. Ada insiden menjelang akhir pertandingan di mana seorang pria terlihat membawa pistol di pinggir lapangan.


[Gambas:Instagram]



Seperti diinfokan pertama kali di Instagram resmi Madura United, kejadian diawali dari bola yang dilempar ball boy ke bek Madura United Rendika Rama, ditendang menjauh oleh official PSM.

Penonton pun gaduh. Dan ketika itu, terlihatlah salah satu pria dari bench PSM, juga mengenakan ID Card PSM, membawa pistol dan menunjuk-nunjuk ke arah penonton di tribun VIP.




"Kejadiannya sekitar menit 91-93," ujar Sapto Wahyono, Security Officer LOC Madura United, saat dikonfirmasi detikSport.

Tapi tak lama aksi tersebut, si pria langsung diamankan Polisi Militer (PM). "Sempat sedikit [berontak], tapi langsung diapit oleh PM ke ruang ganti dan langsung didampingi (diinterogasi) Wakapolres dan Provost," ungkap Sapto.

Sapto menjelaskan Madura United berharap, pihak PSM memahami area Field of Play (FOP) di mana tidak boleh menunjukkan senjata. Pasalnya, hal itu dikhawatirkan memancing reaksi dari suporter.

"Harapan dari Madura United atas kejadian tadi adalah, terhadap klub yang menggunakan pengawalan internal dengan menggunakan jasa anggota kesatuan yang berizin menggunakan senjata, agar memahami area FOP, adalah area yang khusus untuk orang-orang yang terakreditasi dan tidak menunjukkan kepemilikan senjata kepada penonton tribune," ucap Sapto.

"Tindakan tersebut bisa memancing reaksi berbeda dari penonton tribune. Tugas pengamanan sepenuhnya adalah tanggungjawab tuan rumah. Ini juga perlu ditegaskan oleh PSSI," jelas pria 46 tahun itu.

Anggota Pengaman PSM

Media Officer PSM, Sulaiman Karim, menjelaskan pria yang membawa pistol itu merupakan pengaman internal klub. Ia memang selalu mendampingi klub tiap berlaga.

"Dia pengawal pribadi, dia memang kalau PSM main, dia berfungsi sebagai pengawal internal klub," jelas Sulaiman.

Sulaiman menambahkan, si pria tersebut juga tidak menondongkan pistol ke arah penonton.

"Gak ada itu menodongkan. Itu reaksi dari temen kita itu, karena bench kami kan dilempari, botol, dan dia posisinya bukan di dalam bench. Tapi, begitu melihat bench kami dilempari, dia ambil tindakan, reaksi," ujar Sulaiman.


(yna/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com