Skorsing Persebaya Dikurangi
PSSI : Ini Keputusan Final
Selasa, 18 Okt 2005 16:10 WIB
Jakarta - Keputusan Komisi Banding (Komding) PSSI yang mengurangi masa skorsing Persebaya Surabaya menjadi 16 bulan di kompetisi Liga Indonesia dinyatakan merupakan keputusan final.Demikian pernyatan Sekjen PSSI Nugraha Besoses saat dihubungi detiksport lewat telepon, Selasa (18/10/2005). Nugraha mengatakan bahwa tidak ada lagi badan judisial di luar Komisi Disiplin (Komdis) dan Komding. Jadi, saat Komding menjatuhkan putusan maka itu adalah final. Meski begitu Nugraha juga tidak menutup kemungkinan adanya opsi untuk munculnya keputusan lain pasca keputusan yang dibuat komisi banding. Meskipun kemungkinannya kecil dan sangat jarang terjadi, hak preogratif yang dimiliki ketua umum PSSI disebut Nugraha dapat merubah keputusan itu."Keputusan yang dibuat komisi banding atas kasus Persebaya merupakan keputusan final. Komisi banding adalah usaha terakhir yang bisa dilakukan untuk mengajukan keberatan-keberatan atas satu hukuman." "Kecuali nanti ada yang bisa diputuskan ketua umum, misalnya meminta ditinjau kembali. Tapi itu sangat jarang terjadi. Ketua umum memang punya hak preogratif, tapi itu juga harus konsultasi dahulu," ujar NugrahaDitanya mengenai kemungkinan jalur hukum yang mungkin ditempuh Persebaya jika masih belum puas atas keputusan itu, Nugraha mengatakan hal itu tak mungkin dilakukan. Pasalnya hal tersebut sudah diatur dalam Pedoman Dasar PSSI."Masalah ini tidak bisa dibawa ke pengadilan. Ada aturan yang mengaturnya di Bab IX pasal 37, dan peraturan ini juga bukan di PSSI saja, FIFA juga menerapkan hal yang serupa mengenai masalah ini. Berdasarkan keputusan komisi banding Senin (17/10/2005) kemarin, Persebaya dijatuhi hukuman 16 bulan larangan tampil divisi utama. Selain itu "Bajul Ijo" juga diharuskan membayar denda sebesar Rp 150 juta dan mengembalikan uang subsidi sebesar Rp 300 juta kepada PSSI.Keputusan larangan bertanding ini memang lebih ringan dari yang dijatuhkan komisi disiplin. Komisi disiplin menjatuhkan larangan bertanding lebih berat yaitu tidak boleh mengikuti seluruh kompetisi lokal selama dua tahun.Masalah ini bermula dari mundurnya Persebaya dari babak 8 besar Liga jarum Indonesia bulan September lalu. Green Force tidak hadir dipertandingan terakhir grup barat melawan Persija Jakarta dengan alasan keamanan official dan pendukungnya yang tidak terjamin. Bukan itu saja, juara dua kali Liga Indonesia itu juga dinilai menghina PSSI dengan menitipkan Piala Presiden ke pihak ketiga. Foto: Nugraha Besoes (detiksport/Doni Wahyudi). (a2s/)











































