sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Rabu, 31 Jul 2019 07:05 WIB

Tertekan dan Susah Tidur, Persib pun Kalah

Muhammad Aminudin - detikSport
Tekanan Aremania membuat Persib Bandung susah tidur (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto) Tekanan Aremania membuat Persib Bandung susah tidur (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)
Malang - Persib Bandung dibantai di kandang Arema FC. Kekalahan telak 1-5 itu dikarenakan pemain Maung Bandung mendapat tekanan hebat semalaman dan jadi susah tidur.

Kebobolan dua gol di lima menit babak pertama membawa petaka untuk Persib Stadion Kanjuruhan, Selasa (30/7/2019) malam WIB. Mental para pemain Persib menurun dan mereka sudah ketinggalan 0-3 di babak pertama. Persib bahkan ketinggalan 0-5 sebelum Febri Hariyadi mencetak gol hiburan.

"Arema terlalu mudah cetak gol, tertinggal 2-0 sulit untuk mengimbangi," ujar Pelatih Persib, Robert Rene Alberts, kepada wartawan usai pertandingan.

Robert menyebut tekanan sebelum laga digelar juga mempengaruhi mental pemainnya. Pelatih yang pernah membawa Arema juara liga 2010 itu menjelaska timnya sudah mengalami banyak masalah sejak awal hingga membuat mereka tertunda keberangkatannya ke stadion.



"Dari awal, kami sudah mendapatkan tekanan, psywar dan tertundanya keberangkatan pemain dari hotel dan itu mempengaruhi tim," sambung Robert.

"Penundaan berlangsung hampir satu jam. Awalnya polisi memberikan kabar akan berangkat dari hotel, itu pukul 15.30 Wib. Tapi kemudian dengan tidak jadi diberangkat, dan kami harus menunggu."

Robert bersama tim harus menunggu hampir satu jam sebelum rombongan akhirnya diberangkatkan menggunakan mobil rantis Brimob Polda Jawa Timur untuk menuju Stadion.

"Kami jadinya terlambat tiba di Stadion. Dan kami sudah laporkan kejadian ini ke PSSI."

Bukan hanya penjemputan yang terlambat, psywar sudah terjadi sejak Selasa dini hari di area hotel tempat tim menginap. Hal ini dinilai Robert memiliki pengaruh cukup besar bagi mentalitas timnya.




"Ada tekanan sebelum pertandingan. Pemain tidak bisa tidur malam kemarin karena ada flare, saat di hotel. Kami protes ke PSSI dengan mengirim surat, tapi mereka (pelaku psywar) bukan Aremania, mungkin hooligan. Karena saya tahu Aremania. Tidak ada, polisi di sana untuk berjaga saat kejadian," keluh Robert.

Sementara itu bek Persib, Ghozali Siregar, mengakui sangat berat menyusul ketertinggalan usai dua gol cepat tuan rumah. Dia juga menyebut gangguan di area hotel berpengaruh cukup besar bagi dirinya dan pemain lain.

"Dua gol di awal menyulitkan kami. Dan kemarin malam kami menerima psywar yang tentunya sangat menganggu," demikian Ghozali.




Simak Video "4.000 Personel TNI-Polri Amankan Laga Persib-Arema FC"
[Gambas:Video 20detik]
(mrp/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com