sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Selasa, 06 Agu 2019 23:30 WIB

Ratu Tisha Diusir dari Stadion, Exco PSSI: Sudah Lupakan Saja

Mercy Raya - detikSport
PSSI tak mempermasalahkan pengusiran Ratu Tisha dari Stadion PSM Makassar (Hasan Al Habshy/detikSport) PSSI tak mempermasalahkan pengusiran Ratu Tisha dari Stadion PSM Makassar (Hasan Al Habshy/detikSport)
Makassar - Insiden pengusiran Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, mewarnai leg kedua final Piala Indonesia 2018. Komite Eksekutif (Exco) PSSI meminta masalah itu dilupakan saja karena laga sudah selesai.

Tisha mendapat perlakukan yang kurang menyenangkan saat menyaksikan laga leg kedua final Piala Indonesia antara PSM Makassar dan Persija Jakarta di Stadion Andi Mattalatta, Selasa (6/8/2019).

Tisha yang hadir sebagai perwakilan PSSI diusir oleh suporter tuan rumah yang menolak kehadirannya. Tisha sempat meninggalkan tribune VIP Utama, namun kemudian muncul lagi di tribune VVIP.

Melihat rekannya mendapat perlakukan tersebut dari salah satu suporter, Refrizal meresponsnya dengan santai.






"Sudah menjadi juara indah ada semuanya. Tadi kan pas usir sebelum juara, sekarang sudah juara," kata Refrizal kepada detikSport.

Meski demikian, Refrizal menilai insiden itu harusnya tak terjadi.

"Memang kita perlu pendewasaan suporter. Kita ini pertandingan bukan permusuhan, ini sepakbola, olahraga mencari kompetisi yang terbaik. Memang sekarang belum yang terbaik tapi kami ingin, saya bercita-cita itu jauh dari madia, jauh dari segala macam. Dengan demikian suporter kita semakin tertib dan martabat," dia menjelaskan.

"Tak dilarang berteriak namanya sepakbola. Kita kan bukan nonton bioskop, kita nonton bola, kita support timnya, yang tak boleh musuhan, tawuran, tak membenarkan itu terjadi. Kalau itu terjadi PSSI jadi sanksi dan kita kena dampaknya semua."






Kemenpora, melalui Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto, sempat mengimbau agar PSSI memetik pelajaran dari insiden Sekjennya. Pemerintah berharap PSSI lebih merangkul suporter. Soal itu, Refrizal mengatakan yang membina suporter adalah klub.

"Suporter yang membina klubnya masing-masing. Dimana-mana seperti itu. Nah, PSSI menyiapkan sarananya itu bisa tapi yang membina klub. Adakanlah segala macam imbauan, segala macam, agar suporter, supaya superter kita lebih bermartabat. Semua orang ingin menang tapi dengan cara bermartabat," ujar Refrizal.

"Artinya, tetap kami meminta klub membina suporternya, bekerja sama dengan aparat. Sekali lagi selamat buat PSM," demikian dia.




Simak Video "Suporter Rusuh, Indonesia Terancam Sanksi FIFA"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/mrp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com