ADVERTISEMENT

Sudah Ditolak, PSSI Bersikukuh Bujuk FIFA agar Kongres Dipercepat November

Amalia Dwi Septi - Sepakbola
Rabu, 21 Agu 2019 21:45 WIB
Gusti Randa, anggota exco PSSI (Amalia Dwi Septi/detikSport)
Jakarta - PSSI merespons surat balasan FIFA tentang penolakan jadwal pelaksanaan Kongres Pemilihan. PSSI bersikukuh menggelar kongres itu pada 2 November 2019.

Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI, yang digelar di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta pada 27 Juni, memutuskan untuk mengubah jadwal kongres pemilihan ketua umum dan Komite Eksekutif PSSI untuk periode 2020-2024. Awalnya, kongres itu dijadwalkan Januari 2020, namun kemudian diusulkan menjadi 2 November 2019.

Keputusan KLB untuk memajukan jadwal Kongres Pemilihan pada November 2019 dilaporkan kepada FIFA. Dalam prosesnya FIFA, melalui surat pada 7 Agustus, menolak dan menyarankan agar PSSI mengagendakan kongres sesuai jadwal semula, pada Januari 2020.

Anggota Exco PSSI, Gusti Randa, mengungkapkan PSSI telah memberikan tanggapan mengenai surat FIFA tersebut. PSSI berusaha melobi FIFA agar Kongres Pemilihan digelar lebih cepat yaitu pada 2 November.


"Nah kami telah merespon surat tersebut, didahului sebelumnya rapat Exco, nah rapat Exco itu memutuskan bahwa kami mengetahui bahwa keinginan FIFA seperti itu. Tapi, kami mencoba meminta untuk tetap ada percepatan di November," ujar Gusti saat ditemui di Pembukaan Pameran Indonesia Sport Expo dan Forum 2019 di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (21/8/2019).

"Nah, surat itu saya belum tahu apakah sudah terkirim apa belum oleh sekjen. Tapi, yang jelas keputusan Exco itu adalah kami tetap seperti itu," dia menambahkan.

Gusti menyebut PSSI telah menjelaskan kepada FIFA mengenai alasan kenapa Kongres Pemilihan ingin digelar lebih cepat. Banyak pertimbangan yang menjadi dasar PSSI memajukan tanggal Kongres.

"Kalau Exco beralasan dengan FIFA bahwa alasan yang pertama bahwa kami ingin federasi tetap kompak, karena kan ada sebagian voter yang menginginkan percepatan, ada yang cuek saja, cuek saja tuh maju boleh enggak boleh, terus ada juga voter yang enggak dong mendingan di Januari karena di Januari itu nanti sudah ada voters yang hasil liga, segala macam," kata dia.

"Nah ini kalau ini ribut-ribut padahal kami ingin membangun sepakbola, sepakbola kami ini lagi bagus-bagusnya, jangan sampai tercederai karena teman-teman di bawah itu saling ribut, ya udah kami majuin bagaimana, yang cuek saja oke, ternyata yang mau tetap di Januari juga kayaknya ya sudahlah kalau memang mau dimajuin, kira-kira begitu," dia menambahkan.

Gusti menegaskan harus legawa jika FIFA tetap kepada pendiriannya dengan jadwal Kongres Pemilihan pada Januari. PSSI tak bisa berbuat apa-apa.

"Tapi kalau nanti FIFA mengatakan oh tidak bisa, pokoknya Januari, itu ya monggo, mau enggak mau Januari. Kalau nanti surat FIFA mengatakan harus tetap di Januari ya kami harus ikut karena pertama PSSI ni lagi dilihat oleh FIFA, lagi bagus-bagusnya, lalu karena itu kami akan bidding yang piala dunia itu kan," dia menjelaskan.

"Nah terlebih lagi, September ini kami ada kualifikasi piala dunia. Jadi jangan kegiatan-kegiatan ini terganggu dengan kesibukan-kesibukan seperti itu. Saya kira jadi tidak kondusif. jadi kalau nanti FIFA mengatakan tetap Januari ya sudah, kami ikuti saja," dia menuturkan.



Simak Video "Diajak Ngopi Iwan Bule, Bintang Emon: Kaget Tapi Lets Go!"
[Gambas:Video 20detik]
(ads/fem)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT